BAZNAS dan Kemenkop Sinergi Perkuat Koperasi agar UMKM Naik Kelas
BAZNAS RI dan Kementerian Koperasi menggelar pertemuan pada 25 Juni 2026 untuk membahas sinergi program kelembagaan koperasi. Tujuannya memperkuat usaha mikro mustahik dan membantu UMKM binaan naik kelas melalui legalitas dan struktur koperasi.
Pertemuan dan pihak yang hadir
Pertemuan dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Ketua BAZNAS RI H. Sodik Mudjahid, Sekretaris Menteri Ahmad Zabadi, serta Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana. Dari BAZNAS hadir pula Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. dan Kepala Divisi Bank Zakat Mikro Noor Aziz.
Program BAZNAS yang akan diintegrasikan
Ketua BAZNAS memaparkan beberapa program pemberdayaan ekonomi yang sudah berjalan. Program-program ini direncanakan diintegrasikan dengan Kemenkop agar penerima manfaat memiliki badan usaha yang legal dan akses yang lebih luas.
- Zmart
- ZChicken
- BAZNAS Microfinance Desa (BMD)
- BAZNAS Microfinance Masjid (BMM)
"Kami hadir untuk memperkenalkan program-program BAZNAS yang sudah berjalan dan berharap program mikro ini dapat lebih dimatangkan serta dimasifkan ke depannya,"
Peran koperasi masjid dalam pemberdayaan
Menurut BAZNAS, sinergi akan mengoptimalkan peran koperasi masjid sehingga tempat ibadah dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi riil. Dengan demikian, produk lokal hasil kerja jamaah dapat diakomodasi dan dipasarkan secara lebih signifikan.
Sinergi ini juga selaras dengan komitmen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk memperkuat sektor riil melalui hilirisasi potensi lokal. Pendekatan ini diharapkan mendorong kemandirian industri masyarakat dan mengurangi dominasi korporasi besar di pasar domestik.
"Secara prinsip, Kementerian Koperasi sangat mendukung dan mendorong penuh adanya sinergi nyata antara BAZNAS dan kementerian untuk memajukan koperasi serta usaha mikro di Indonesia,"
Komitmen Kemenkop dan dampak bagi UMKM
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan kesiapan kementerian untuk memperkuat kelembagaan melalui wadah koperasi bagi pelaku UMKM binaan BAZNAS. Kemenkop menilai badan usaha yang legal dan terorganisir menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas usaha dan akses pembiayaan.
Melalui integrasi, Kemenkop berkomitmen menyatukan jaringan usaha ekonomi BAZNAS di berbagai daerah ke dalam sistem koperasi kementerian. Langkah ini bertujuan agar lebih banyak pelaku UMKM mampu naik kelas dan berdaya secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara BAZNAS dan Kemenkop membuka peluang konkret bagi mustahik dan pelaku usaha mikro untuk memperoleh legalitas, akses pasar, dan pembiayaan yang lebih baik—langkah krusial menuju penguatan ekonomi lokal.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Rupiah Menguat di Akhir Pekan saat Selat Hormuz Kembali Aktif
Rupiah menguat 0,12% ke Rp17.922 per USD setelah Selat Hormuz kembali aktif; inflasi AS dan pemangkasan angg...
Said Iqbal Janji Sampaikan Tuntutan SP PLN ke Presiden Prabowo
Said Iqbal berjanji menyampaikan tuntutan SP PLN soal RUPTL ke Presiden Prabowo usai Rakernas di Jakarta, me...
IHSG Ditutup Melemah ke 5.887,79 pada 26 Juni 2026
IHSG ditutup melemah ke 5.887,79 pada 26 Juni 2026, terdorong sentimen global, kebijakan suku bunga, dan tek...
IHSG Jeda Siang Turun 2,73% ke 5.835,11
IHSG turun 2,73% ke 5.835,11 pada jeda siang 26 Juni 2026, didorong sentimen eksternal The Fed dan kekhawati...
Harga Emas Galeri24 dan UBS Stabil di Level Rp2,6 Juta/gram
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stabil pada 26 Juni 2026; Galeri24 Rp2.612.000/gram, UBS Rp2.624.00...
Rupiah Melemah ke Rp17.985 di Pembukaan Perdagangan
Rupiah melemah ke Rp17.985 per dolar AS pada pembukaan 26 Juni 2026, terdorong data inflasi inti AS dan sent...