PLN Pasok 639,3 MVA untuk Empat Mitra di Jakarta
PT Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN UID Jakarta Raya) menyalurkan 639,3 MVA daya listrik kepada empat mitra strategis di Jakarta pada Jumat, 26 Juni 2026. Penyaluran ini dilakukan melalui rangkaian Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan investasi di ibu kota.
Rincian pasokan dan mitra
Distribusi daya mencakup kebutuhan beragam sektor, dari pusat data hingga pameran. Total 639,3 MVA disepakati dengan empat pihak melalui dokumen kerjasama formal.
- ASLAN Jakarta Data Center — 174 MVA (MoU)
- PT Multi Kontrol Nusantara — 400 MVA (MoU)
- PT Jakarta International Expo — 5,5 MVA (PJBTL)
- PT Visi Prima Nusantara — 2 x 29,9 MVA = 59,8 MVA (PJBTL)
Tujuan dan dampak ekonomi
PLN menyatakan pasokan ini ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi akibat ekspansi investasi dan transformasi digital. Langkah ini diharapkan mendorong aktivitas usaha dan memperkuat ekosistem investasi di Jakarta.
"PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga membangun sebuah ekosistem yang menghubungkan kebutuhan energi dengan pertumbuhan investasi, industri, dan transformasi digital Indonesia," ujar Rozy. "Kolaborasi ini menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan."
Kesiapan sistem kelistrikan Jakarta
Manajemen PLN UID Jakarta Raya menegaskan kesiapan infrastruktur distribusi untuk mendukung kebutuhan skala besar. Peningkatan kapasitas ini juga dimaksudkan untuk menjaga keandalan dan respons layanan terhadap pelanggan strategis.
"Kepercayaan pelanggan strategis membuktikan sistem kelistrikan Jakarta memiliki kapasitas dan keandalan untuk mendukung investasi berskala besar," kata Andy Adcha. "Kami berkomitmen memberikan layanan yang cepat, andal, dan responsif."
Langkah ke depan
Dengan penandatanganan MoU dan PJBTL ini, PLN menetapkan fondasi bagi pertumbuhan investasi sektor digital dan industri di Jakarta. Ke depan, implementasi teknis dan penyambungan daya akan menjadi fokus utama agar manfaat ekonomi segera terasa.
PLN menyatakan akan terus menjalin kemitraan serupa untuk memenuhi kebutuhan energi sektor strategis, sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja dan percepatan pemulihan ekonomi di ibu kota.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.