Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak di Jalur Gaza
Saleem Al-Ashqar, kiper Palestina berusia 32 tahun, tewas setelah terkena tembakan pasukan Israel di kawasan Al-Qarara, timur laut Khan Younis. Peristiwa itu dikonfirmasi oleh Palestine Football Association dalam keterangan pers yang diterbitkan pada Jumat, 3 April 2026.
Detail kejadian
Asosiasi menyebut Al-Ashqar gugur saat berada di wilayah Al-Qarara. Organisasi menyatakan tembakan datang dari pasukan yang bertugas di area tersebut. Keterangan resmi tidak merinci jam kejadian atau kondisi kronologis sebelum tembakan.
Riwayat karier dan kondisi keluarga
Al-Ashqar pernah memperkuat klub Al-Aqsa dan Al-Masdar di Jalur Gaza, serta menjadi penjaga gawang tim Khan Younis Services. Ia diketahui baru menikah sekitar lima bulan sebelum kematiannya. Istrinya sedang mengandung anak pertama pasangan tersebut.
Organisasi menyebut Al-Ashqar merupakan anak tunggal yang memiliki tujuh saudara perempuan. Kabar kepergiannya menimbulkan duka mendalam di keluarga dan komunitas olahraga setempat.
Korban di dunia olahraga Palestina
Palestine Football Association mengatakan jumlah insan olahraga yang meninggal sejak Oktober 2023 telah meningkat. Dalam pernyataan itu tercatat sebanyak 1.009 orang dari berbagai cabang olahraga telah menjadi korban konflik.
Dari jumlah tersebut, PFA mencatat 567 orang berasal dari komunitas sepak bola Palestina. Organisasi menyampaikan angka-angka ini untuk menggambarkan dampak konflik terhadap sektor olahraga.
"Penjaga gawang tim Khan Younis Services, Salim Khader Al-Ashqar, bergabung dengan barisan para martir gerakan olahraga Palestina. Ia gugur akibat tembakan tentara pendudukan di kota Al-Qarara, timur laut Khan Younis," tulis pernyataan Palestine Football Association.
Respons internasional dan seruan keadilan
Beberapa klub dan organisasi olahraga internasional menyampaikan belasungkawa atas kematian Al-Ashqar. Salah satunya adalah klub asal Chili, Deportivo Palestino, yang merilis pernyataan pada Rabu, 1 Juli 2026.
"Kami sangat berduka atas kematian tragis kiper Palestina berusia 32 tahun, Salim Al-Ashqar. Ia dibunuh oleh tentara Israel dan kami menyerukan keadilan serta perdamaian," tulis Deportivo Palestino.
Seruan keadilan dan perdamaian terus muncul dari berbagai pihak, seiring meningkatnya perhatian terhadap dampak konflik terhadap atlet dan komunitas olahraga.
Peristiwa ini mempertegas tekanan yang dihadapi insan olahraga Palestina dan menambah perdebatan tentang perlindungan warga sipil serta atlet di zona konflik.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Chanathip Puji Perkembangan Timnas Indonesia Jelang Final
Kapten Thailand Chanathip memuji perkembangan Timnas Indonesia menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK,...
Indonesia vs Thailand: Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK — laga pen...
Barcelona Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Raphinha, Espart, Bernal
Barcelona memulai perpanjangan kontrak jangka panjang untuk Raphinha, Xavi Espart, dan Marc Bernal sebagai b...
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...