Rupiah Melemah Jadi Magnet Turis Asing ke Indonesia
Jakarta. Pemerintah melihat pelemahan rupiah sebagai peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing. Nilai tukar rupiah mendekati Rp 18.000 per dolar, membuat paket wisata dan belanja di Indonesia menjadi lebih murah bagi turis luar negeri.
Peluang untuk sektor pariwisata
Ni Made Ayu Marthini, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata, mengatakan pelemahan rupiah membuka kesempatan menarik bagi pelaku pariwisata.
"Ada peluang di balik setiap tantangan. Kami akan memanfaatkan peluang dari pelemahan rupiah ini," ujar Ni Made Ayu Marthini.
Menurutnya, daya beli turis asing meningkat karena nilai tukar. Contoh sederhana: dengan Rp 1 juta turis asing bisa membeli lebih banyak dibandingkan sebelum rupiah melemah.
Tantangan yang harus diantisipasi
Meskipun ada keuntungan, pelaku usaha pariwisata menghadapi beberapa kendala. Kenaikan tarif penerbangan, terutama rute yang melintasi kawasan Timur Tengah, dapat mengurangi manfaat harga yang lebih murah.
Ni Made menyarankan fokus pada pasar yang realistis dan dekat, seperti Asia, ASEAN, dan Australia, yang biaya perjalanannya relatif lebih rendah.
- Kenaikan harga tiket pesawat internasional
- Biaya impor yang meningkat bagi produk yang sulit diproduksi lokal
- Preferensi sebagian wisatawan terhadap merek atau produk impor tertentu
"Jika keju impor mahal, mungkin bisa diganti dengan produk lokal. Wisatawan internasional justru menghargai produk lokal, meski beberapa tetap memilih produk yang biasa mereka gunakan," tambahnya.
Data kunjungan dan kondisi nilai tukar
Rupiah tercatat menutup perdagangan di kisaran Rp 17.880 per dolar. Sementara itu, pada kuartal I 2026 Indonesia menerima sekitar 3,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
| Periode | Jumlah Kunjungan |
|---|---|
| Kuartal I 2026 | 3.400.000 |
Data BPS menunjukkan komposisi wisatawan pada Maret berdasarkan negara:
| Negara | Persentase (Maret) |
|---|---|
| Malaysia | 17,14% |
| Australia | 12,01% |
| Singapura | 9,45% |
Untuk data resmi kunjungan, publik dapat merujuk ke situs BPS.
Prospek ke depan
Strategi Kementerian Pariwisata adalah memaksimalkan pasar dekat yang lebih tahan terhadap kenaikan biaya perjalanan. Meski wisatawan dari Barat cenderung tinggal lebih lama, fokus pada negara tetangga dan kawasan Asia dinilai lebih realistis untuk memanfaatkan momentum rupiah yang melemah.
Dengan penyesuaian produk dan promosi yang tepat, pelemahan rupiah berpotensi menjadi pemicu kenaikan kunjungan turis asing sekaligus mendorong permintaan produk lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Dua Anak Muda Bali Juara Putra Putri Batik Nusantara 2026
Kadek Wijaya dan Putu Paramitha terpilih Grand Winner PPBN 2026 di Cibubur; diharapkan menguatkan peran gene...
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 Dibuka, Pendaftaran 28 Sep–10 Okt
Pendaftaran Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 dibuka 28 Sep–10 Okt untuk siswa kelas V–VI SD/MI; 36 s...
Kemenkes: Deteksi H3N2 'Superflu' Lebih Rendah pada 2026
Kemenkes: meski influenza meningkat, deteksi H3N2 subclade K ('superflu') lebih rendah pada 2026 dibanding 2...
Merah Putih Bertanya: 750 Aktor Reenaksi Insiden Hotel Yamato
750 aktor menampilkan kembali insiden Hotel Yamato pada Sabtu, merekonstruksi penurunan dan pengoyakan bende...
Kementerian Kebudayaan Gelar Pentas KILA 2026 untuk Bangkitkan Lagu Anak
Kementerian Kebudayaan menggelar Pentas KILA 2026 di Jakarta untuk menghidupkan kembali lagu anak dan mengem...
Perpustakaan Danantara Resmi Dibuka di Museum Nasional
Perpustakaan Danantara resmi dibuka 25 September 2026 di Museum Nasional; koleksi langka bisa dibaca gratis...