Robby Sumbang Perak untuk Indonesia di World Climbing Madrid
Indonesia meraih medali perak pada World Climbing Series Madrid setelah Antasyafi Robby Al Hilmi tampil kuat di nomor speed putra, Senin, 1 Juni 2026, di Alcobendas, Spanyol. Robby mencatat prestasi dengan rekor pribadi di semifinal namun harus mengakui keunggulan lawannya di final.
Hasil dan rekor pribadi
Robby memecahkan rekor pribadinya dengan catatan waktu 4,72 detik pada babak semifinal. Di final, ia kalah tipis dari atlet Tiongkok Shouhong Chu dengan catatan 4,81 detik berbanding 4,75 detik milik Chu sehingga Robby membawa pulang perak.
Perjalanan di tiap babak
Pada babak 16 besar, Robby mengalahkan Ziyu Zhou (Tiongkok) dengan waktu 4,19 detik berbanding 5,17 detik. Di perempat final, ia menyingkirkan Michael Hom (Amerika Serikat) dengan selisih waktu yang cukup meyakinkan, 5,27 detik untuk Hom.
Di semifinal, kemenangan atas Zach Hammer (AS) membawa Robby ke catatan terbaiknya 4,72 detik sebelum akhirnya turun ke podium perak. Medali perunggu diraih Jie Yang (Tiongkok) dengan 4,84 detik setelah mengalahkan Zach Hammer yang mencatat 4,86 detik.
Hasil atlet lain dan kondisi tim
Veddriq Leonardo gagal melaju ke perempat final setelah mengalami fall saat melawan Matteo Zurloni (Italia). Raharjati Nursamsa sempat lolos ke perempat final dengan mengalahkan Yongzhi Ling (Tiongkok) di 16 besar, namun akhirnya tersingkir setelah mengalami fall melawan Jie Yang.
Di nomor speed putri, Berthdigna Devi Surya Kusuma dan Desak Made Rita Kusuma Dewi kandas di 16 besar. Desak Made mengalami fall saat melawan Sophia Curcio (AS), sementara Berthdigna takluk dari Emma Hunt (AS). Rajiah Sallsabillah sempat menyingkirkan Mengli Zhang (Tiongkok) di 16 besar namun kalah dari Emma Hunt di perempat final.
Capaian ini merupakan perbaikan dibandingkan penampilan di World Climbing Series Wujiang, di mana Indonesia hanya membawa pulang satu medali perunggu dari Desak Made.
Respon pelatih dan langkah ke depan
Pelatih Speed, Galar Pandu Asmoro, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tim putra meski tim putri belum maksimal.
"Kami patut bersyukur karena masih diberikan kepercayaan untuk podium untuk tim putra meskipun tim putri belum bisa memberi hasil yang maksimal."
Tim akan memfokuskan pembinaan pada atlet muda sebagai generasi penerus. Evaluasi dan program perbaikan dijadwalkan setelah rombongan kembali ke tanah air untuk meningkatkan konsistensi hasil di kompetisi mendatang.
Berita Terkait
Enam Atlet Indonesia Lolos Final Speed di World Climbing Madrid
Enam atlet panjat tebing Indonesia lolos ke final nomor kecepatan World Climbing Series Madrid pada 31 Mei 2...
Kostyuk Hentikan Swiatek, Melaju ke Perempat Final Roland Garros 2026
Marta Kostyuk mengalahkan Iga Swiatek 7-5, 6-1 di Roland Garros 31 Mei 2026 dan melaju ke perempat final Gra...
MU Incarmain Target Fernandez-Pardo sebagai Pengganti Rashford
MU membidik Matias Fernandez-Pardo sebagai calon pengganti Marcus Rashford pada bursa transfer musim panas 2...
Lee Kang-in Jadi Pemain Asia Pertama Raih Dua Gelar Liga Champions
Lee Kang-in jadi pemain Asia pertama yang meraih dua gelar Liga Champions setelah PSG juara musim 2025/2026...
Fajar/Fikri Kembali Runner-up di Singapore Open 2026
Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri kalah 21-18, 17-21, 16-21 dari Rankireddy/Shetty dan kembali jadi runner-up S...
Golden Knights vs Hurricanes: Berebut Stanley Cup 2026
Vegas Golden Knights dan Carolina Hurricanes akan saling berhadapan di final Stanley Cup 2026 mulai 3 Mei, s...