Bali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Renang Air Terbuka Asia 2026
Jimbaran, Bali. Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Air Terbuka Asia ke-12 dan A.STREAM Series Open Water Swimming 2026 pada 13–15 Juni 2026. Acara ini diselenggarakan oleh Akuatik Indonesia bekerja sama dengan Divisi Event Internasional Kementerian Pariwisata untuk memperkuat profil pariwisata laut melalui sports tourism dan menegaskan posisi Indonesia sebagai tuan rumah acara olahraga internasional.
Rangkaian acara dan peserta
Kejuaraan diperkirakan akan menarik ratusan atlet elit dari 17 negara Asia dan anggota komunitas renang air terbuka regional yang terus berkembang. Kompetisi akan menampilkan sejumlah kelas lomba terbuka yang melibatkan atlet profesional dan komunitas olahraga air.
"Acara ini menghadirkan atlet-atlet terbaik Asia, komunitas renang, dan penggemar olahraga air dari seluruh kawasan, termasuk peserta sejauh Iran,"
pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat konferensi pers di Jakarta.
Dampak terhadap pariwisata dan ekonomi lokal
Menurut Widiyanti, kejuaraan ini sejalan dengan strategi quality tourism Kementerian Pariwisata yang menitikberatkan pada pengembangan produk pariwisata yang memberi manfaat ekonomi luas dan menarik wisatawan bernilai tinggi.
Ia menekankan bahwa sports tourism menjadi segmen yang menjanjikan karena mendorong kenaikan kunjungan, memperpanjang lama tinggal, dan meningkatkan pengeluaran pada akomodasi, transportasi, kuliner, serta usaha kecil lokal.
Widiyanti juga mengutip hasil survei Expedia yang menunjukkan bahwa 44% pelancong bersedia melakukan perjalanan domestik atau internasional untuk menghadiri acara olahraga. Selain itu, data UN Tourism menunjukkan bahwa pariwisata olahraga menyumbang sekitar 10% dari pengeluaran pariwisata global pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh 17,5% antara 2023–2030.
Pemilihan Bali dan manfaat jangka panjang
Acting Deputy for Event Development Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, menyatakan Bali dipilih karena peran strategisnya dalam industri pariwisata nasional.
"Bali tetap menjadi salah satu destinasi unggulan Indonesia dan menyumbang sekitar 53% penerimaan devisa pariwisata negara,"
kata Hafiz. Ia optimistis kejuaraan akan memberikan manfaat ekonomi lebih luas dengan menarik pendamping peserta seperti pelatih, ofisial, kru pendukung, dan keluarga.
- Peserta utama: atlet dan komunitas renang air terbuka
- Pendamping: pelatih, ofisial, kru teknis, keluarga
- Manfaat: peningkatan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan
Kejuaraan sebelumnya pernah digelar di Lampung. Untuk edisi mendatang, destinasi seperti Lombok dan Labuan Bajo sedang dipertimbangkan sebagai alternatif tuan rumah.
Dengan diadakannya acara ini, pemerintah berharap Bali tidak hanya mendapat kunjungan singkat untuk kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan promosi yang mendorong wisatawan mengeksplorasi destinasi lokal lebih lama dan berkontribusi pada perekonomian setempat.
Berita Terkait
Hari Lahir Tan Malaka: Jejak Pemikir Republik Indonesia
2 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Tan Malaka, penggagas konsep Republik Indonesia; artikel ini merangkum...
Rumah Si Pitung Marunda: Bertahan dari Banjir Rob dan Turunnya Pengunjung
Rumah Si Pitung di Marunda, cagar budaya sejak 1972, berjuang hadapi banjir rob dan penurunan pengunjung set...
Yayasan AHM Gelar Safety Riding Short Movie Contest 2026
Yayasan AHM menggelar Safety Riding Short Movie Contest 2026 untuk ajak generasi muda sampaikan pesan kesela...
Rupiah Melemah Dorong Lonjakan Permintaan Mutiara Lombok
Melemahnya rupiah sejak awal 2026 mendorong lonjakan pesanan mutiara Lombok dari Malaysia dan Singapura, nam...
Mengenal Sak Yant: Tato Spiritual dalam Tradisi Buddha
Sak Yant adalah seni tato spiritual dalam tradisi Buddha yang dipercaya membawa doa, perlindungan, dan pengi...
BMKG: Suhu Bali Turun saat Awal Musim Kemarau
BMKG: Suhu di Bali turun pada malam dan dini hari karena massa udara dingin dari Australia saat awal musim k...