DPR: Reforma Agraria Terintegrasi dengan MBG dan Kopdes Merah Putih
Anggota Badan Legislasi DPR RI Azis Subekti mendorong reforma agraria dikaitkan langsung dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan program hilirisasi pertanian. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 10 September 2026, terkait RUU Pengaturan Reforma Agraria yang kini menjadi RUU usul DPR.
Alasan integrasi reforma agraria
Azis menilai pembagian atau penataan tanah saja tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat. Tanah tanpa modal, teknologi, kelembagaan, dan kepastian pasar berisiko membuat penerima tetap miskin.
Tanah saja tidak cukup. Orang miskin yang memperoleh tanah tanpa modal, teknologi, organisasi, dan pasar dapat berubah menjadi pemilik aset yang tetap miskin
Menurut legislator Fraksi Gerindra ini, RUU Reforma Agraria berpeluang menjadi instrumen pembangunan ekonomi rakyat jika dilihat lebih luas daripada sekadar administrasi pertanahan.
Peran MBG dalam menciptakan pasar teratur
Azis menekankan peran MBG sebagai pendorong permintaan pangan yang stabil. Kebutuhan beras, telur, sayuran, buah, ikan, susu, dan komoditas lain dapat menjadi pasar bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, serta UMKM setempat.
Dia menyerukan agar anggaran MBG tidak hanya menghasilkan makanan bergizi, tetapi juga memutar uang itu kembali di daerah sehingga meningkatkan kemampuan produsen pangan lokal.
Koperasi Merah Putih sebagai penghubung pasar
Azis menyebut Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi penghubung penting antara produsen kecil dan kebutuhan pasar. Koperasi mampu menghimpun produksi dalam jumlah besar serta menangani pergudangan, logistik, pembiayaan, dan pengolahan.
Hilirisasi untuk mempertahankan nilai tambah
Selain pemberian tanah dan organisasi produksi, Azis menyoroti pentingnya hilirisasi agar hasil pertanian tidak selalu dijual sebagai bahan mentah. Hilirisasi membantu mempertahankan nilai tambah dan memperbaiki struktur ekonomi lokal.
Kalau reforma agraria memberikan basis produksinya, koperasi membangun organisasinya, MBG memberikan pasar dan hilirisasi mempertahankan nilai tambahnya, kita mulai memiliki satu ekosistem ekonomi rakyat yang utuh
Harapan terhadap RUU Reforma Agraria
Azis berharap pembahasan RUU dapat menghasilkan kebijakan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan tanah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian desa. Dengan integrasi program, reforma agraria berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi rakyat yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wapres Tinjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng
Wapres Gibran meninjau Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng (10 Sept 2026) untuk memastikan perawatan orangutan...
BGN Sambut Rekomendasi Menteri HAM Perkuat Pemulihan Penerima MBG
BGN menyambut rekomendasi Menteri HAM untuk memperkuat mekanisme pemulihan bagi penerima Program Makan Bergi...
Wapres: Prioritas Perlindungan Kelompok Rentan Saat Karhutla Kalsel
Wapres Gibran meninjau RSDI Banjarbaru, minta prioritas perlindungan kelompok rentan dan kesiapan layanan ke...
11 Kapal dan 300 Personel Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Basarnas kerahkan 11 kapal dan 300 personel untuk mencari delapan jurnalis yang hilang pascaerupsi Anak Krak...
Mensos Genjot SDM dan Tata Kelola Sekolah Rakyat di Tangerang
Mensos Syaifullah Yusuf memperkuat SDM dan tata kelola Sekolah Rakyat lewat pelatihan, pengawasan CCTV, dan...
Cara Kerja Radio: Dari Suara hingga Gelombang yang Diterima
Proses radio: suara diubah jadi sinyal listrik, dimodulasi, dipancarkan, disetel, didemodulasi, lalu dikemba...