Kementerian Kebudayaan Tinjau Rapai Uroh di Sungai Pauh
LANGSA — Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meninjau latihan Rapai Uroh di Gampong Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat, Rabu (16/6). Ketua Tim Peneliti, Dodi Irwansyah, S.Pd., M.Pd., hadir langsung untuk kegiatan penelitian dan dokumentasi budaya. Kunjungan bertujuan menginventarisasi warisan budaya Aceh dan mendorong upaya pelestarian tradisi tersebut.
Kunjungan tim peneliti
Tim peneliti menyaksikan langsung sesi latihan kelompok Rapai Uroh. Mereka menilai kekompakan dan teknik permainan para penabuh. Observasi ini merupakan bagian dari program inventarisasi budaya yang dilakukan di wilayah pesisir timur Aceh.
Atraksi latihan dan suasana pertunjukan
Puluhan penabuh menampilkan berbagai variasi pukulan rapai dengan ritme khas. Irama tabuhan yang menghentak berpadu dengan lantunan syair bernuansa religius dan tradisi Aceh. Gabungan itu menciptakan suasana khidmat yang memukau tamu dan warga setempat.
"Kami sangat mengapresiasi masyarakat Sungai Pauh yang masih mempertahankan tradisi ini. Pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui dokumentasi, tetapi juga harus didukung oleh regenerasi pelaku seni di tingkat gampong,"
Nilai budaya Rapai Uroh
Rapai Uroh dinilai bukan sekadar pertunjukan musik. Seni ini mengandung nilai kebersamaan, syiar Islam, dan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Selain fungsi hiburan, Rapai Uroh berperan dalam berbagai ritual sosial dan keagamaan di komunitas pesisir.
- Digunakan dalam kegiatan adat
- Menjadi bagian dari upacara keagamaan
- Tampil pada festival budaya lokal
Tantangan pelestarian
Tim peneliti dan para seniman berdialog soal teknik permainan, sejarah, dan tantangan regenerasi. Salah satu isu utama adalah menumbuhkan minat generasi muda agar tradisi tetap hidup. Dokumentasi dianggap penting, tetapi dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan komunitas juga diperlukan.
Harapan dan langkah ke depan
Para pelaku seni berharap perhatian resmi dapat memperkuat upaya pelestarian Rapai Uroh di tingkat gampong. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar untuk program dokumentasi yang lebih luas dan inisiatif pelindungan warisan budaya Aceh. Dengan langkah terpadu, tradisi ini diharapkan tetap lestari untuk generasi mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Lomba Pedagang Pasar Induk Lambaro Meriahkan HUT ke-81 RI
Diskopukmdag Aceh Besar menggelar lomba bagi pedagang Pasar Induk Lambaro pada 19 Agustus untuk memeriahkan...
Staf Ahli Wali Kota Binjai Tinjau Penumpukan Sampah di Berngam
Staf Ahli Wali Kota Binjai meninjau penumpukan sampah di Kelurahan Berngam dan minta warga tidak membuang sa...
Sumabee Honey Diluncurkan, 195 Warga Jantho Terlibat Budidaya Madu
Sumabee Honey diluncurkan; 195 warga dari delapan gampong Kota Jantho terlibat dalam budidaya lebah yang men...
BI Luncurkan KKI dan Perluas MDR QRIS 0 Persen untuk Perkuat Ekonomi Digital
BI meluncurkan KKI dan perluas MDR QRIS 0% untuk mendukung UMKM serta akselerasi digitalisasi sistem pembaya...
Wagub Aceh dan Wamendagri Tinjau Blang Padang, Bahas Status Lahan
Wagub Aceh dan Wamendagri meninjau Lapangan Blang Padang (8,9 ha) untuk membahas status lahan, wakaf histori...
Forum KKA Aceh 2025–2030 Dikukuhkan, Wamendagri Hadir
Forum KKA Aceh 2025–2030 dikukuhkan di Banda Aceh; Wamendagri hadir dan tiga isu strategis diajukan ke pemer...