PU Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres Rata‑rata Hampir 70%
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody HanggodoSekolah Rakyat menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Juni 2026, rata‑rata progres di 93 lokasi mendekati 70 persen, dengan percepatan harian untuk mengejar target operasional.
Progres dan upaya percepatan
Dalam briefing di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026, Dody mengatakan pekerjaan dipercepat dengan target kenaikan fisik sekitar satu hingga tiga persen setiap hari pada lokasi‑lokasi yang masih tertinggal.
"Sekolah rakyat itu progres rata‑rata untuk 93 lokasi sekitar hampir 70 persen. Jadi setiap hari itu kita kejar satu sampai dua persen, kadang‑kadang sampai tiga persen, tergantung lokasi,"
Langkah ini diambil untuk memastikan sejumlah lokasi bisa mencapai target operasional sesuai jadwal yang ditetapkan.
Lokasi yang mengejar dan zona hijau
Beberapa lokasi yang sempat tertinggal kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Pemerintah menyebut kota dan kabupaten yang mempercepat pekerjaan antara lain Singkawang, Brebes, Dharmasraya, Cilacap, dan Lombok Utara.
Sementara itu, sejumlah lokasi tercatat sebagai zona hijau karena memiliki progres fisik tertinggi. Daerah‑daerah tersebut meliputi:
- Sragen
- Medan
- Semarang
- Bengkulu
- Makassar
- Sinjai
- Takalar
Koordinasi dan penanganan kendala
Dody menyatakan pemerintah aktif mengawal penyelesaian dengan koordinasi lintas pihak. Dukungan diberikan untuk mengatasi hambatan seperti pendanaan atau kendala teknis agar progres tidak melambat.
"Kalau ada kesulitan pendanaan atau kendala lainnya, kita carikan solusi bersama agar progresnya tidak terlambat. Memang sempat sedikit melambat, mungkin karena liburan iduladha, tetapi saya pantau hari ini sudah kembali normal,"
Target penyelesaian dan catatan khusus
Menteri Dody mengakui tidak semua lokasi diperkirakan selesai bersamaan pada 20 Juni 2026, namun upaya maksimal terus dijalankan. Ia memperkirakan sekitar 80 persen lokasi bisa mencapai target, sambil terus mendorong percepatan di sisa lokasi.
"Saya akui bahwa mungkin dari 93 lokasi, tidak semuanya. Mungkin saya bilang 80 persen plus, tapi mudah‑mudahan tetap kita upayakan maksimal bisa selesai,"
Salah satu keberhasilan terbaru tercatat di Dharmasraya, di mana progres melonjak dan kini mencapai 63 persen.
"Dharmasraya sudah bagus. Lompat sekarang, sudah 63 persen itu,"
Percepatan pekerjaan dan penanganan hambatan menjadi kunci agar target operasional Sekolah Rakyat tercapai sesuai rencana dan memberikan layanan pendidikan lebih cepat kepada masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...
Kemensos Buka Kanal WhatsApp untuk Pengaduan Sekolah Rakyat
Kemensos membuka kanal WhatsApp 0887-7171-171 pada 29 Sept 2026 untuk pengaduan Sekolah Rakyat, terbuka bagi...
Indonesia Jajaki Pengalaman India untuk Bangun Infrastruktur Publik Digital
Indonesia menjajaki pengalaman India membangun infrastruktur publik digital untuk integrasi layanan, kata Wa...
Kemacetan Pelabuhan Ketapang: ODOL, Demo, dan Solusi Bersama
Kemacetan di akses Pelabuhan Ketapang disebabkan ODOL, antrean Pelindo, dan demonstrasi; solusinya butuh pen...
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...