PROJO ke-12: Tegaskan Peran sebagai Mata dan Telinga Pemerintah
PROJO merayakan ulang tahun ke-12 pada Minggu, 23 Agustus 2026, di kantor pusatnya di Jalan Perdatam Raya 37, Jakarta Selatan dengan menegaskan kembali komitmen menjadikan rakyat sebagai subjek utama politik nasional. Ketua Umum DPP PROJO Budi Arie Setiadi mengatakan organisasi itu akan tetap menjadi mata dan telinga pemerintah yang jujur, menyampaikan kondisi rakyat apa adanya untuk memperbaiki kebijakan.
Perjalanan organisasi dan tonggak penting
Menurut Budi Arie, usia 12 tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan bukti perjalanan PROJO untuk tetap relevan dalam dinamika politik Indonesia. Organisasi relawan itu muncul sejak 2013 dan resmi menjadi organisasi masyarakat saat kongres pertamanya digelar pada 23 Agustus 2014.
"Usia 12 tahun bukan sekadar penanda waktu di kalender, namun jejak perjalanan untuk tetap relevan dalam dinamika politik Indonesia,"
PROJO melewati tiga fase besar: konsolidasi akar rumput (2013-2014), pengawalan kebijakan pemerintah (2014-2019), dan transformasi menjadi gerakan kebijakan (2019-2024).
Peran sebagai pengawas dan penyambung aspirasi
Budi Arie menekankan peran PROJO sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintahan. Ia menyebut organisasi akan mempertahankan identitas kerakyatan dengan berpikir independen dan berani menyampaikan realitas sosial tanpa pemanis.
"PROJO juga memastikan komitmen kerakyatan tetap terjaga,"
"Jujur artinya, menyampaikan kesulitan rakyat tanpa pemanis buatan,"
Dengan sikap tersebut, PROJO ingin memberi informasi yang jujur kepada pemerintah agar kebijakan lebih tepat sasaran.
Eksperimen politik dan dukungan di Pilpres
Pada Agustus 2022 PROJO menginisiasi Musyawarah Rakyat atau Musra untuk menjaring aspirasi lokal mencari calon pemimpin nasional. Hasil Musra di daerah-lah yang kemudian menjadi dasar dukungan organisasi ini pada Pilpres 2024 kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pemerintahan yang dipimpin Prabowo, PROJO berupaya menjadi jembatan antara capaian masa lalu dan penyempurnaan kebijakan ke depan, sambil memastikan suara rakyat tetap menjadi referensi utama perjuangan mereka.
Refleksi dan prospek ke depan
Sekretaris Jenderal DPP PROJO Handoko menilai HUT ke-12 sebagai momentum syukur dan refleksi. Ia mengingatkan bahwa jejak perjuangan kelompok relawan itu dimulai sejak 2013, sehingga makna perjalanan lebih panjang dari sekadar angka.
"Jadi 12 tentu bukan sekadar angka bagi kami PROJO. Ada 13 tahun jejak perjuangan kita,"
"Kita mampu bertahan, berkembang, dan ke depan harus mampu bertransformasi,"
Handoko menegaskan PROJO harus terus beradaptasi dengan perkembangan politik dan tuntutan masyarakat agar tetap relevan sebagai gerakan rakyat yang mengawal kebijakan publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...