Prancis Siap Mencalonkan Diri Tuan Rumah Piala Dunia 2038 atau 2042
Prancis dikabarkan mulai menyiapkan pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia edisi 2038 atau 2042. Kementerian Olahraga telah menugaskan studi kelayakan sejak 2024 kepada badan penyelenggara. Kajian awal menilai Prancis siap bila memutuskan maju. Namun, peluang untuk 2038 dinilai menantang karena kebijakan rotasi konfederasi FIFA.
Kelayakan dan pertimbangan awal
Studi kelayakan yang dijalankan menunjukkan infrastruktur dan pengalaman Prancis memadai. Pemerintah melihat peluang untuk kembali menggelar pesta sepak bola terbesar dunia setelah terakhir menjadi tuan rumah pada 1998. Meski demikian, keputusan resmi belum diambil dan masih dalam tahap pembahasan internal.
Posisi 2038 versus 2042
Faktor rotasi tidak resmi antar konfederasi membuat slot 2038 sulit diperoleh. Saat ini Piala Dunia 2030 dipastikan digelar oleh beberapa negara bersama, sedangkan 2034 sudah jatuh ke Arab Saudi. Kondisi tersebut memberi sinyal bahwa kawasan CONCACAF berpeluang besar untuk 2038.
Karena itu, Prancis kemungkinan harus mengalihkan fokus ke 2042. Rencana edisi 2042 juga diperkirakan membawa tantangan lebih besar, termasuk pembahasan wacana penambahan peserta menjadi 64 tim dan kebutuhan infrastruktur yang jauh lebih luas.
Opsi tuan rumah bersama dan mitra potensial
Untuk menyiasati kebutuhan fasilitas yang besar, Prancis mempertimbangkan opsi menjadi tuan rumah bersama. Dari beberapa opsi, Jerman disebut sebagai mitra paling realistis karena pengalaman panjangnya menggelar turnamen internasional. Opsi bersama dianggap dapat mengurangi beban logistik dan investasi infrastruktur.
Pengalaman tuan rumah Prancis dan Jerman
Prancis terakhir kali menyelenggarakan Piala Dunia pada 1998 dan berhasil menjadi juara dunia. Turnamen besar terakhir yang digelar Prancis adalah Piala Eropa 2016, ketika tim nasional Prancis finis sebagai runner-up. Sementara itu, Jerman baru saja menjadi tuan rumah Euro 2024 dan terakhir menyelenggarakan Piala Dunia pada 2006.
Turnamen 2006 di Jerman, yang kerap disebut 'Summer Fairy Tale', dikenang sebagai salah satu penyelenggaraan paling sukses, dengan tuan rumah finis di posisi ketiga. Pengalaman kedua negara inilah yang menjadi pertimbangan utama dalam opsi bersama.
Langkah selanjutnya dan prospek
Sampai kini belum ada pengumuman resmi mengenai pencalonan atau keputusan final tuan rumah untuk 2038 maupun 2042. Pemerintah Prancis dilaporkan terus mematangkan kajian dan kemungkinan membuka pembicaraan bilateral dengan calon mitra. Jika maju, proses pencalonan diperkirakan akan melibatkan kajian finansial, infrastruktur, dan dukungan internasional.
Keputusan akhir akan bergantung pada dinamika rotasi FIFA, kesiapan logistik, serta negosiasi dengan calon mitra yang dipilih.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Raphinha Hattrick ke Sevilla, Kontrak Diharapkan Diperpanjang hingga 2030
Raphinha bukukan hat-trick ke Sevilla dan catatan Opta menunjukkan ia melewati rekor Messi; Deco sebut negos...
Tim Indonesia Disambut di Team Welcome Ceremony Asian Games 2026
Tim Indonesia disambut tuan rumah Jepang di Team Welcome Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya, t...
Iva Jovic Pertahankan Gelar di Guadalajara, Kalahkan Stearns
Iva Jovic mempertahankan gelar Guadalajara Open setelah menaklukkan Peyton Stearns 6-4, 6-2 pada 20 Septembe...
Yoga Ardika Putra Sumbang Medali Teqball Indonesia di Asian Games
Yoga Ardika Putra meraih medali perunggu teqball Asian Games 2026 di Nagoya pada 20 September 2026, menambah...
Menpora Apresiasi Penampilan Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir memuji penampilan Kontingen Indonesia pada pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan...
Wushu Seraf Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games
Seraf Naro Siregar menyumbang medali perunggu pertama Indonesia di Asian Games Aichi–Nagoya 2026 pada nomor...