PT Pos Indonesia Tetap Dibutuhkan Hingga Pelosok di Era Digital
PT Pos Indonesia menyatakan perannya masih vital di era digital berkat jaringan distribusi yang menjangkau wilayah pelosok. Pernyataan itu disampaikan Director Risk Management PT Pos Indonesia, Rosmanidar Zulkifli, saat peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung, Minggu, 27 September 2026. Menurutnya, kemampuan menjangkau daerah sulit akses menjadi alasan utama keberlanjutan layanan Pos.
Jaringan distribusi sampai wilayah 3T
Rosmanidar menekankan jaringan distribusi PT Pos yang luas sebagai keunggulan strategis. Jaringan tersebut mencakup wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta didukung sumber daya manusia yang tersebar di berbagai daerah.
Rute layanan tidak hanya melalui darat, tetapi juga melalui udara dan laut. Kombinasi jalur ini memungkinkan pengiriman dari desa ke kota dan sebaliknya, termasuk ke daerah yang minim akses komunikasi.
- Darat: pengiriman lokal dan antarwilayah
- Udara: menjangkau pulau dan wilayah terpencil cepat
- Laut: rute antarpulau untuk kawasan pesisir dan terpencil
Sehingga PT Pos tu dari dulu sampai sekarang sebenarnya perannya sangat dibutuhkan untuk melayani negeri ini sampai pelosok. Mulai dari yang pake sepeda ada, yang pake kapal terbang ada, pake darat semua kebutuhan logistik bisa diakomodir oleh PT Pos,
Peran di tengah pertumbuhan e-commerce
Meski e-commerce berkembang pesat, Rosmanidar menilai kebutuhan layanan fisik tetap ada. Banyak daerah dengan sinyal buruk masih mengandalkan layanan pos tradisional untuk berkirim surat maupun barang kecil.
Kita masih dibutuhkan dari daerah pelosok yang susah sinyal, mereka masih membutuhkan postcard untuk dikirim. Jadi daerah yang sinyalnya jelek masih memakai post untuk berkirim surat,
Tantangan digitalisasi dan respons perusahaan
Rosmanidar mengakui digitalisasi merupakan tantangan bagi PT Pos Indonesia. Namun ia menekankan bahwa tantangan tersebut bisa diatasi lewat inovasi dan solusi berkelanjutan.
Untuk bisa melayani seluruh negeri maka peran PT Pos itu harus tetap melayani negeri dengan sepenuh hati sampai pelosok. Dan harus dengan keyakinan untuk negeri bahwa PT POS ini memang patut ada dan patut dipertahankan untuk kehidupannya,
Implikasi dan prospek
Dengan posisi strategisnya, PT Pos berpotensi tetap menjadi mitra penting bagi pengiriman logistik, terutama ke wilayah yang belum terlayani jaringan telekomunikasi secara memadai. Ke depan, keberlanjutan layanan akan bergantung pada kombinasi antara inovasi digital dan penguatan jaringan fisik ke pelosok.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KAI Rayakan 159 Tahun Sejarah Kereta Api di Semarang
KAI menggelar KAI Heritage Week 2026 untuk merayakan 159 tahun sejarah kereta api, menelusuri rute Semarang...
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,59 Juta per Gram
Harga emas Antam turun Rp15.000 jadi Rp2.590.000 per gram pada 25 Sep 2026; buyback Rp2.415.000 per gram.
KUR Perumahan Capai Rp25,8 Triliun, Jangkau 110.582 Debitur
Penyaluran KUR Perumahan mencapai Rp25,8 triliun untuk 110.582 debitur hingga 24 Sept 2026, dengan BRI sebag...
BNI Hadirkan 'Sahabat Sekolah Rakyat' di Sulsel
BNI meluncurkan program edukatif 'Sahabat Sekolah Rakyat' di Sulsel (25 Sept 2026) untuk memperkuat keteramp...
Siswa SMA di Sulsel Belajar Menabung Lewat Program BNI Sahabat
BNI perkenalkan menabung lewat rekening dan ID card kepada siswa SMA SRT 3 Sulawesi Selatan untuk membangun...
BI dan BCTL Sepakati Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital
BI dan BCTL menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital...