Nasional

Port Visit 2026 Libatkan Tiga Matra dan 318 Personel ke Pasifik

Bagikan:
KRI dan personel saat pelepasan Satgas Terpadu Port Visit 2026 di Dermaga 106 Tanjung Priok

Dansatgas Terpadu Port Visit 2026, Benedictus Hery Murwanto, menyatakan Port Visit 2026 berbeda dari misi sebelumnya karena melibatkan lintas unsur TNI, Polri, kementerian, akademisi, serta masyarakat sipil. Pelayaran muhibah ini diberangkatkan dari Dermaga 106 Tanjung Priok pada 14 September 2026 dan dijadwalkan berlangsung sekitar 60 hari hingga 12 November 2026, dengan tujuan Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini sebagai bagian dari diplomasi kemanusiaan.

Pelibatan lintas unsur

Benedictus menegaskan perbedaan utama Port Visit 2026 adalah komposisi peserta. Jika Port Visit 2024 dan 2025 hanya melibatkan internal TNI Angkatan Laut, kali ini pelayaran bersifat terpadu dan gabungan.

“Ini yang kali ini memang benar-benar spesial. Karena di dua kali melaksanakan Port Visit, itu hanya dilaksanakan melalui internal TNI Angkatan Laut,”

Menurutnya, satgas kini terdiri dari tiga matra TNI: Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Selain itu, Polri serta sejumlah kementerian dan lembaga juga ikut bergabung dalam misi tersebut.

Partisipan akademis dan masyarakat

Port Visit 2026 turut mengikutsertakan dosen dan mahasiswa dari berbagai daerah. Benedictus menyebut mahasiswa peserta berasal dari Surabaya, Jakarta, Sorong, dan Jayapura. Keterlibatan unsur sipil ini menjadi ciri khas yang membedakan misi kali ini.

“Namun untuk saat ini, kita benar-benar melaksanakan kegiatan pelayaran muhibah ini secara terpadu, bahkan gabungan terpadu. Terdiri dari tiga angkatan, TNI Angkatan Darat, Laut, Udara,”

Rangkaian kegiatan dan tujuan

Misi ini menggunakan pendekatan kemanusiaan sebagai bagian dari diplomasi. Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan meliputi:

  • Kunjungan kehormatan
  • Open ship untuk publik
  • Resepsi diplomatik dan pertukaran budaya
  • Olahraga bersama dan interaksi sosial
  • Renovasi fasilitas ibadah di negara mitra

Tujuan utamanya adalah membangun Confidence Building Measure dan memperkuat kerja sama bilateral kawasan Pasifik Selatan.

Tantangan operasional dan persiapan

Benedictus mengakui keterlibatan masyarakat sipil menimbulkan tantangan, khususnya karena sebagian peserta belum terbiasa pelayaran laut. Untuk itu, satgas menyiapkan kegiatan edukasi tentang keselamatan laut dan menghadapi gelombang sebelum memasuki Samudra Pasifik.

“Ini benar-benar suatu hal yang unik. Karena kita melaksanakan misi kemanusiaan diplomasi ini secara gabungan terpadu,”

Jadwal, komposisi, dan target

Port Visit 2026 melibatkan total 318 personel gabungan. Rinciannya mencakup personel dari tiga matra TNI, Polri, kementerian dan lembaga, aparatur sipil negara, akademisi, relawan, serta jurnalis. Misi berangkat 14 September 2026 dari Dermaga 106 Tanjung Priok dan berlangsung hingga 12 November 2026.

  • Negara tujuan: Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, Papua Nugini
  • Durasi: sekitar 60 hari
  • Jumlah personel: 318

Dengan format gabungan dan fokus pada aksi kemanusiaan-diplomatik, Port Visit 2026 diharapkan memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara Pasifik Selatan sekaligus meningkatkan kapasitas kerja sama regional di sektor kemanusiaan dan maritim.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait