Nasional

Polri Raih Rekor MURI lewat Penanaman Bawang Putih Serentak

Bagikan:
Petugas Polri dan petani melakukan penanaman bawang putih di lahan Sembalun, Lombok Timur

Polri mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah melakukan penanaman bawang putih secara serentak di lahan seluas 279,53 hektare. Kegiatan itu melibatkan 59 Polres dari 14 Polda dengan pusat kegiatan di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pernyataan mengenai rekor ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Skala kegiatan dan lokasi

Penanaman berlangsung secara simultan di banyak daerah dan memanfaatkan lahan pertanian milik institusi kepolisian. Secara keseluruhan, luas lahan tercatat 279,53 hektare, tersebar di 59 Polres yang berada di 14 Polda di seluruh Indonesia. Pusat kegiatan dipilih di Sembalun, wilayah yang dikenal dengan lahan pertanian di Lombok Timur.

Respons terhadap program pemerintah

Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama, menilai pencapaian Polri ini menunjukkan respons positif lembaga kepolisian terhadap program pemerintah. Menurutnya, inisiatif tersebut memperlihatkan bahwa tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan tetapi juga ikut mendukung agenda pembangunan nasional.

"Program-program Kapolri dalam mendorong institusinya menyukseskan program pemerintah harus diberi apresiasi. Keterlibatan Polri dalam program swasembada pangan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap agenda pemerintah,"

Harapan dan konsistensi

Sandri menambahkan bahwa keterlibatan Polri dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional patut dipertahankan. Ia berharap langkah ini tidak hanya berupa aksi satu kali, melainkan dilaksanakan secara konsisten sesuai kebutuhan masyarakat.

"Saya berharap Polri tetap konsisten membantu pemerintah. Baik dalam program swasembada pangan maupun pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan untuk rakyat,"

Dampak dan prospek ke depan

Kegiatan penanaman bawang putih tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional. Selain menambah pasokan holtikultura, aksi terkoordinasi ini juga memperkuat peran institusi dalam program pembangunan berbasis masyarakat.

Ke depan, keberlanjutan program ini akan bergantung pada koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan petani setempat. Konsistensi pelaksanaan dan pemanfaatan lahan yang efisien menjadi kunci agar program memberikan manfaat ekonomi dan pangan yang lebih luas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait