Pochettino Perpanjang Kontrak, Siap Akhiri Kutukan Timnas Amerika Serikat
Mauricio Pochettino resmi memperpanjang kontrak bersama tim nasional Amerika Serikat hingga Piala Dunia 2030 dan berkomitmen melanjutkan pembangunan tim untuk mematahkan kutukan pelatih pada tahun kedua masa jabatan.
Susunan staf pelatih dipertahankan
Federasi sepak bola AS memutuskan mempertahankan paket pelatih yang selama ini bekerja bersama Pochettino. Keputusan itu mencakup beberapa asisten inti dan staf teknis.
- Jesus Perez (asisten pelatih)
- Miguel D'Agostino (asisten pelatih)
- Toni Jiménez (asisten pelatih)
- Sebastian Pochettino (staf)
- Silvia Tuyà (staf)
Dengan susunan yang tetap, federasi berharap kontinuitas program latihan dan pengembangan pemain dapat terjaga tanpa gangguan.
Alasan perpanjangan dan target jangka panjang
Federasi menilai Pochettino berhasil membangun budaya saling percaya dan proses kerja yang positif. Evaluasi internal menyebut tim terus berkembang dan semakin kompetitif di level internasional.
"Kami percaya pada masa depan sepak bola Amerika Serikat. Proyek ini menjadi momentum kebangkitan tim nasional bersama Mauricio," ujar Sekjen federasi, JT Batson.
Keputusan kontrak hingga Piala Dunia 2030 menunjukkan fokus jangka panjang bukan sekadar hasil jangka pendek.
Pochettino: optimistis setelah dua tahun
Pochettino menegaskan dua tahun bekerja dengan timnas AS memperkuat keyakinannya terhadap potensi skuad. Ia menyebut perkembangan terukur pada aspek taktik, fisik, dan mental pemain pria.
"Bekerja bersama sepak bola AS selama dua tahun membuat kami optimis. AS punya potensi terutama di sepak bola pria karena mereka semakin kuat," kata Pochettino.
Pelatih berusia 54 tahun itu menekankan pentingnya proses dan kontinuitas untuk mencapai hasil besar di turnamen mendatang.
Konteks: kutukan tahun kedua dan tantangan ke depan
Pochettino mulai memimpin timnas AS sejak 2024. Sampai saat ini belum ada pelatih timnas pria AS yang sukses pada tahun kedua masa jabatannya. Dengan perpanjangan ini, Pochettino mendapat peluang untuk mematahkan rekor tersebut.
Target jangka pendek federasi mencakup peningkatan performa di pertandingan internasional dan persiapan matang menuju kualifikasi serta turnamen besar seperti Piala Dunia. Keputusan mempertahankan tim pelatih diharapkan memberi stabilitas teknis dan taktik untuk mewujudkan target itu.
Dengan dukungan federasi dan staf yang dipertahankan, fokus selanjutnya adalah mengubah perkembangan positif menjadi hasil yang konsisten di panggung dunia.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Arema Optimistis Menang di Derby Jatim Demi Tiket Final
Arema optimistis menaklukkan Persebaya pada semifinal Derby Jatim, 4 Agustus 2026 di Stadion Kapten I Wayan...
Persebaya Kian Solid, Siap Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026
Persebaya fokus evaluasi demi rebut tiket final Piala Presiden 2026 saat hadapi Arema FC di semifinal, Selas...
Persib Tampil All-Out di Semifinal Kontra Persija
Persib hadapi Persija di semifinal Piala Presiden 2026, Selasa 4 Agustus di Gianyar. Maung Bandung bertekad...
Piala Presiden 2026: Persija Matangkan Recovery Jelang Persib
Persija memaksimalkan pemulihan jelang semifinal Piala Presiden 2026 lawan Persib, 4 Agustus di Bali, dengan...
Iraola Puas dengan Debut Wirtz, Isak, dan Gravenberch
Iraola memuji penampilan debut Wirtz, Isak, dan Gravenberch di Chicago, meski Liverpool kalah 2-4 dari Leeds...
Arteta Puji Max Dowman usai Tampil Gemilang Lawan Girona
Mikel Arteta memuji Max Dowman yang mencetak gol dan assist saat Arsenal menang 4-1 atas Girona; Arteta berh...