Jerman Resmi Nyatakan Minat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Jerman menyatakan minat resmi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038, sekaligus menyiapkan pencalonan untuk 2042 dan siap maju lebih cepat jika aturan FIFA berubah, kata Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) pada Rabu, 29 Juli 2029. Inisiatif ini muncul di tengah wacana kerja sama dengan Prancis dan dorongan dari pimpinan DFB.
DFB dan dorongan pencalonan
DFB telah menyiapkan rencana formal untuk mengajukan diri menjadi penyelenggara Piala Dunia 2042. Namun, federasi juga menyatakan kesiapan untuk melaju pada edisi 2038 jika FIFA memberi kelonggaran terhadap sistem rotasi antarbenua yang berlaku saat ini.
Axel Hellmann, anggota Dewan Direksi DFB, menegaskan ambisi tersebut dan menyebut bahwa Presiden DFB, Bernd Neuendorf, aktif mendorong inisiatif pencalonan itu.
"Kami sangat menginginkannya, ada inisiatif dari Bernd Neuendorf, presiden federasi, serta Federasi Sepak Bola Jerman. Mengajukan penawaran menjadi tuan rumah edisi 2042, bahkan mungkin 2038, hal itu akan bergantung pada regulasi FIFA,"
Hambatan utama: aturan rotasi FIFA
Meskipun ada niat kuat, jalur Jerman menuju 2038 tidak mudah. Hambatan terbesar adalah aturan rotasi penyelenggara antar-konfederasi dalam regulasi FIFA yang saat ini memberi prioritas wilayah lain setelah penetapan tuan rumah 2030 dan 2034.
FIFA telah menetapkan edisi 2030 berlangsung di Maroko, Spanyol, dan Portugal, dengan pertandingan pembuka di Argentina, Uruguay, serta Paraguay. Untuk 2034, hak penyelenggaraan diberikan kepada Arab Saudi. Keputusan-keputusan itu membuat peluang 2038 secara teori lebih mengarah ke kawasan Amerika Utara atau Oseania.
Kandidat lain dan prospek regional
Dalam konteks tersebut, Amerika Serikat disebut sebagai kandidat terkuat untuk Piala Dunia 2038. Australia kurang diprioritaskan karena berada di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), bukan Oseania dalam praktik pengajuan tuan rumah besar.
Meski begitu, DFB optimistis perubahan kebijakan masih mungkin terjadi. Mereka berharap FIFA memberikan fleksibilitas pada aturan rotasi sehingga negara-negara Eropa bisa kembali mengajukan pencalonan—termasuk opsi pencalonan bersama dengan Prancis untuk 2038.
Langkah berikutnya dan implikasi
Jika FIFA menyesuaikan regulasi, persaingan untuk status tuan rumah Piala Dunia 2038 diperkirakan akan semakin ketat. Jerman berpeluang mengulang peran sebagai tuan rumah setelah terakhir kali menghelat turnamen pada 2006.
DFB kini perlu menyiapkan studi kelayakan, dukungan pemerintah, dan rencana infrastruktur sebagai bukti kesiapan bila aturan memungkinkan pencalonan lebih awal. Perkembangan kebijakan FIFA akan menjadi penentu utama apakah ambisi Jerman berubah menjadi penawaran resmi.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Srikandi Bulutangkis Putri Singgah ke Rumah Indonesia Usai Menang
Tim Putri Badminton Indonesia singgah ke Rumah Indonesia untuk makan dan melepas rindu setelah menang 3-0 at...
Indonesia Naik ke Peringkat 8 di Klasemen Asian Games 2026
Indonesia naik ke peringkat delapan klasemen Asian Games 2026 setelah meraih 1 perak dan 3 perunggu hingga 2...
Seraf Naro Siregar Sabet Perunggu, Medali Pertama Indonesia di Asian Games
Seraf Naro Siregar merebut medali perunggu nomor Men’s Changquan dan menjadi peraih medali pertama Indonesia...
Soft Tennis Beregu Putra Raih Medali Perunggu di Asian Games 2026
Tim soft tennis beregu putra Indonesia meraih medali perunggu setelah kalah 0-2 dari Jepang di semifinal Asi...
Moyes Enggan Bicarakan Eropa Meski Everton Tak Terkalahkan
Moyes meminta Everton tak bicara soal Eropa meski tak terkalahkan; ia khawatir pengalaman musim lalu dan efe...
Wushu Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026
Seraf Naro Siregar raih medali perunggu changquan, menjadi medali pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nag...