KONI Gelar Doa Bersama Peringati Wismoyo Arismunandar
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar doa bersama hari Rabu, 20 Mei 2026, di Kantor KONI Senayan, Jakarta. Kegiatan itu memperingati lima tahun wafatnya Wismoyo Arismunandar, mantan Ketua Umum KONI dua periode yang memimpin pada 1995-1999 dan 1999-2003. Acara bertujuan mengenang jasa dan menegaskan nilai disiplin yang diwariskan almarhum.
Doa bersama dan pesan Marciano Norman
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman memimpin kegiatan dan menegaskan bahwa semangat Wismoyo tetap hidup dalam perjalanan olahraga Indonesia. Menurut Marciano, nilai disiplin yang kerap diulang oleh almarhum menjadi warisan penting bagi pembinaan atlet dan pengelolaan organisasi olahraga.
Semangat beliau tercermin dalam Mars Patriot Olahraga, syair Disiplin adalah nafasku menjadi cerminan nyata karakter dan keteguhan beliau. Beliau juga selalu menegaskan bahwa kehormatan adalah di atas segalanya.
Marciano menambahkan bahwa KONI dan pelaku olahraga berkomitmen meneruskan cita-cita yang belum sempat diwujudkan almarhum. Ia juga meminta restu keluarga sebagai bentuk penghormatan dan kelanjutan misi olahraga nasional.
Kisah keluarga dan pilihan karier Wismoyo
Istri almarhum, Siti Hardjanti, hadir dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dari KONI. Siti mengenang bahwa latar belakang Wismoyo sebagai prajurit TNI AD mempengaruhi keputusan sang suami memilih memimpin KONI setelah pensiun militer.
Beliau seorang prajurit sejati, dari kecil ingin menjadi prajurit, mungkin kalau jadi Dubes banyak duduk. Padahal sehari-hari hidupnya di lapangan.
Siti melanjutkan bahwa Wismoyo menilai memimpin atlet mirip memimpin prajurit, karena semangat perjuangan dan disiplin sama-sama diperlukan. Pilihan tersebut menunjukkan tekad Wismoyo untuk mengabdi bagi nama bangsa melalui olahraga.
Warisan dan implikasi bagi olahraga nasional
Wismoyo Arismunandar dikenang bukan hanya sebagai pemimpin organisasi, tetapi juga sosok yang menekankan etik, disiplin, dan kehormatan. Penekanan pada nilai-nilai itu menjadi rujukan bagi pembinaan atlet dan tata kelola federasi olahraga.
Kegiatan doa bersama ini juga berfungsi sebagai momen evaluasi dan pengingat bagi para pemangku kepentingan agar terus menegakkan nilai profesionalisme dan kebangsaan dalam olahraga. Dengan demikian, warisan Wismoyo diharapkan tetap menginspirasi generasi pelatih, atlet, dan pengurus KONI ke depan.
Catatan singkat: Wismoyo Arismunandar meninggal pada 28 Januari 2021. Peringatan lima tahun wafatnya menjadi momentum untuk mengingat kembali kontribusi dan nilai yang ia tanamkan dalam dunia olahraga Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...
Meydiana Laviola Bawa Merah Putih dengan Kebaya Prada Bali
Meydiana Laviola tampil sebagai pembawa bendera dengan kebaya Prada Bali karya Ghea Panggabean pada penutupa...
Meydiana Reinnamah Jadi Flag Bearer dengan Prada Bali
Meydiana Reinnamah jadi pembawa bendera Indonesia di Closing Asian Games 2026, mengenakan kebaya Prada Bali...
Alcaraz Melaju ke Semifinal Japan Open Usai Shapovalov Mundur
Carlos Alcaraz melaju ke semifinal Japan Open 2026 setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat skor 7...
Bartunkova Singkirkan Sabalenka, Lolos 16 Besar China Open
Nikola Bartunkova menyingkirkan Aryna Sabalenka 6-4, 6-3 pada babak ketiga China Open 2026 di Beijing, melaj...