Perempuan Didakwa Jadi Perantara Sabu di Medan
Medan — Seorang perempuan, Eva Sriwahyuni Br Nasution (43), menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan atas dugaan menjadi perantara peredaran sabu. Perkara bermula saat penangkapan yang terjadi pada Senin, 9 Maret 2026, di Jalan Jamin Ginting Gang Diponegoro, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru.
Penangkapan dan barang bukti
Polisi dari Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap Eva setelah menerima informasi warga tentang dugaan transaksi narkotika di lokasi tersebut. Saat digeledah petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga terkait peredaran sabu.
"Dari penggeledahan ditemukan satu dompet kecil warna pink yang berisi tiga plastik klip diduga berisi sabu, satu sekop yang terbuat dari pipet plastik, serta 23 plastik klip kosong yang diselipkan di bagian belakang pinggang terdakwa," kata Jaksa Penuntut Umum saat membacakan dakwaan.
Selain itu, petugas juga menyita uang tunai sebesar Rp61.000. Terdakwa mengaku uang itu berasal dari hasil menjaga parkir di sebuah gereja kawasan Pajak USU.
Pengakuan terdakwa dan pengembangan penyidikan
Dalam pemeriksaan, Eva mengakui barang yang ditemukan bukan miliknya sendiri. Ia menyebut menerima sabu dari seseorang yang disebutnya "Pak Gon" untuk diedarkan dengan imbalan upah Rp20.000 jika seluruh barang berhasil terjual.
Penyidik masih memburu dan mendalami identitas orang yang disebut terdakwa tersebut sebagai bagian dari pengembangan penyidikan.
Keterangan laboratorium dan dakwaan
Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Nomor 1841/NNF/2026 tanggal 30 Maret 2026, tiga plastik klip berisi kristal putih dengan berat bersih 0,24 gram dinyatakan positif mengandung metamfetamina, zat yang termasuk narkotika Golongan I.
"Atas perbuatannya, Eva didakwa melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana," ujar jaksa.
Sidang lanjutan
Setelah pembacaan dakwaan, majelis hakim menunda persidangan dan menjadwalkan sidang lanjutan pada pekan mendatang. Agenda selanjutnya akan ditentukan oleh pengadilan.
Kasus ini menunjukkan fokus aparat penegak hukum pada upaya memutus rantai peredaran narkotika di perkotaan, termasuk penelusuran jaringan perantara dan pemasok yang lebih besar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pendaftaran FASI Aceh Timur Diperpanjang sampai 15 November 2026
Pendaftaran FASI VI Kabupaten Aceh Timur diperpanjang sampai 15 November 2026 untuk memberi waktu kecamatan...
Husni: Pemahaman Konstitusi Kunci Jaga Persatuan
H.M. Husni menilai pemahaman konstitusi kunci menjaga persatuan dan memperkuat demokrasi, disampaikan pada S...
IPHI Aceh Peringati Maulid dan Santuni 54 Anak Yatim
IPHI Aceh menggelar Maulid Nabi dan santuni 54 anak yatim di Banda Aceh, sekaligus tausiyah tentang akhlak R...
DPRK Banda Aceh Ajak Pelajar Ikut Pelatihan Konten Kreator
Ketua DPRK Banda Aceh dorong pelajar SMA/SMK ikuti pelatihan konten kreator untuk promosi UMKM, pariwisata,...
Sabam Minta HKTI Perjuangkan Aspirasi Petani di Humbahas
Sabam Rajagukguk minta HKTI aktif menjembatani kebutuhan petani saat Rakercab HKTI Humbahas di Lintongnihuta...
Polres Aceh Timur Gelar "Minggu Kasih" di Vihara Murni Sakti
Polres Aceh Timur menggelar Minggu Kasih di Vihara Murni Sakti, Idi, untuk memperkuat komunikasi dan kerukun...