Olahraga

Peran Fisioterapis Timnas Voli: Recovery dan Pencegahan Cedera

Bagikan:
Fisioterapis menangani atlet voli saat pemusatan latihan di Sentul, Bogor

Fisioterapis timnas voli putra memainkan peran kunci dalam pemusatan latihan di Sentul, Bogor, untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya, September 2026. Tim beranggotakan 18 atlet sudah berlatih sejak 5 Agustus, dan tim medis kini fokus pada pemulihan, pencegahan cedera, serta pemantauan beban latihan agar siap berangkat.

Peran utama fisioterapis dalam tim

Fisioterapis memantau kondisi fisik pemain secara berkala. Mereka menilai tingkat kelelahan setelah mengikuti turnamen seperti AVC Men’s Cup dan Sea V Cup. Menurut Halim, kondisi kebugaran pemain saat ini menunjukkan perkembangan.

"Target kita sampai akhir Agustus sudah maksimal, sekitar 90 sampai 95 persen fit,"

Halim menyebut kebugaran tim saat ini telah mencapai sekitar 70–80 persen, mengacu pada proses pemulihan pasca-turnamen.

Program latihan dan pemulihan

Fokus latihan diarahkan pada peningkatan endurance dan kekuatan. Sesi mencakup latihan gym, latihan fisik lapangan, dan latihan di pasir untuk menambah stabilitas dan daya tahan.

Setiap atlet memiliki program pemulihan harian yang dijalankan setelah sesi latihan atau pertandingan. Metode yang dipakai meliputi:

  • Stretching untuk mengurangi ketegangan otot
  • Terapi berendam es untuk menurunkan inflamasi
  • Massage atau pijat sportif untuk relaksasi otot
  • Pemakaian recovery pump untuk meningkatkan aliran darah

Risiko cedera dan upaya pencegahan

Fisioterapis menekankan edukasi agar atlet segera melaporkan keluhan kecil. Hal ini penting agar cedera bisa ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi masalah serius.

Area tubuh yang paling rawan terhadap cedera pada voli antara lain:

  • lutut
  • bahu
  • punggung bawah
  • jari tangan

Pemain dengan riwayat cedera mendapat program khusus pencegahan, termasuk latihan stabilitas dan pengaturan beban latihan yang disesuaikan.

Pengaturan beban dan persiapan terakhir

Pengawasan terhadap keseimbangan antara beban latihan dan waktu pemulihan menjadi perhatian utama. Beban berlebihan tanpa istirahat cukup berisiko meningkatkan kemungkinan cedera.

Dengan sisa waktu persiapan sekitar satu setengah bulan, tim fisioterapis terus mengejar kondisi optimal. Setelah program fisik rampung, tim akan fokus pada pematangan strategi sebelum keberangkatan ke Jepang.

Langkah-langkah medis dan pencegahan yang sistematis diharapkan membuat seluruh pemain mencapai kondisi fit saat bertanding di Asian Games.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait