Nasional

Kemenhut Lanjutkan Pendinginan Karhutla di Gunung Bromo

Bagikan:

Kementerian Kehutanan melanjutkan operasi pendinginan dan penyisiran area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, pada Senin, 17 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan mencegah kebakaran kembali meluas.

Operasi pendinginan dan pemantauan lapangan

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan tim fokus pada titik-titik yang masih menyimpan panas. Setelah hampir dua pekan penanganan, operasi kini lebih menekankan penyisiran mendetail dan pembasahan area bekas terbakar.

Pendinginan difokuskan pada titik-titik yang masih berpotensi menyimpan panas agar bara benar-benar padam dan tidak kembali merambat ke bagian kawasan yang belum terdampak,

Siapa yang terlibat

Penanganan melibatkan berbagai unsur untuk memastikan respons cepat dan menyeluruh. Para pelaksana di lapangan melakukan pengawasan rutin dan pembasahan pada titik rawan.

  • Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
  • Balai Besar TNBTS
  • TNI, Polri, dan BPBD
  • Relawan dan masyarakat sekitar

Potensi bahaya dan langkah pencegahan

Kebakaran sebelumnya telah merusak beragam vegetasi, termasuk savana, cemara gunung, pakis, semak belukar, dan lapisan serasah yang tebal. Kondisi ini memungkinkan bara tetap bertahan meski kobaran api tidak terlihat.

Selain itu, tim mewaspadai pusaran angin lokal yang bisa membawa material ringan maupun bara ke area lain. Karena itu, kewaspadaan tetap dijaga di seluruh titik rawan.

Penguatan kesiapan dan pelajaran dari Bromo

Dwi menilai kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk memperkuat langkah pencegahan selama musim kemarau. Keterlibatan masyarakat dinilai krusial, tidak hanya untuk pencegahan tetapi juga dalam pengelolaan taman nasional.

Bromo memberi satu pelajaran penting, api mungkin sudah terkendali tetapi ancaman karhutla belum selesai. Pencegahan harus diperkuat dari tingkat tapak, dan pengelola kawasan perlu terus memperkuat keterlibatan masyarakat, bukan hanya dalam pencegahan kebakaran tetapi juga dalam pengelolaan taman nasional.

Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Suharyono menegaskan bahwa terkendalinya api bukan akhir tugas. Tim tetap memastikan seluruh area bekas terbakar aman dan bebas dari bara yang dapat menyala kembali.

Personel bekerja menghadapi medan dan kondisi kebakaran yang tidak mudah. Terkendalinya api bukan akhir dari pekerjaan, fokus sekarang memastikan seluruh area bekas terbakar benar-benar aman dan tidak ada bara yang kembali menyala,

Langkah lanjutan

Kementerian memperkuat kesiapan Manggala Agni, sistem deteksi dini, patroli, serta koordinasi lintas sektor. Upaya ini ditujukan untuk menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau dan melindungi wilayah konservasi secara berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait