Patroli 'Kalong' Satpol PP Banda Aceh Hentikan Pasangan di Dini Hari
BANDA ACEH — Petugas patroli malam "Kalong" Satpol PP WH Kota Banda Aceh menemukan sepasang muda-mudi duduk berduaan di kawasan Jalan Cut Mutia sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu (13/5). Petugas memberi pembinaan di lokasi lalu meminta keduanya pulang untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Penemuan dan pembinaan di lokasi
Insiden bermula saat Regu Kalong A melakukan patroli rutin pusat kota. Saat melintas di depan Kantor Bank Indonesia, tim mendapati dua remaja masih duduk di area pedestrian pada jam yang dianggap rawan.
Muhammad Riza, Komandan Regu Kalong A, mengatakan petugas segera mendekati dan memberi pengertian secara humanis. Ia menekankan potensi bahaya jika berduaan di ruang publik hingga larut malam.
"Saat jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, tim menemukan sepasang remaja masih duduk di area pedestrian di depan Kantor Bank Indonesia. Padahal waktu sudah sangat larut,"
Hasil pemeriksaan dan tindak lanjut
Menurut petugas, kedua remaja itu mengaku bukan warga Banda Aceh. Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, mereka diminta kembali ke tempat tinggal masing-masing menggunakan sepeda motor.
Riza juga memberi peringatan tentang kemungkinan terjadinya pelanggaran ketertiban umum maupun pelanggaran syariat jika kebiasaan semacam itu terus diulang pada lokasi sepi dan jam larut.
"Kami sampaikan potensi pelanggaran yang bisa saja terjadi, baik itu pelanggaran ketertiban umum maupun syariat, jika terus berdua-duaan hingga larut malam seperti itu di tempat sepi,"
Tujuan patroli dan imbauan kepada publik
Patroli Kalong merupakan bagian dari upaya Satpol PP WH Banda Aceh menjaga keamanan kota dan mencegah praktik yang bertentangan dengan Syariat Islam, khususnya pada jam-jam rawan dini hari.
Kasatpol PP WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, menegaskan bahwa patroli ini bersifat rutin dan bertujuan menjaga kondusivitas, bukan mengintimidasi warga. Ia juga meminta peran aktif orang tua dan pemilik kost dalam mengawasi anak muda saat malam.
"Keberadaan petugas di lapangan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menjaga agar kota kita tetap nyaman dan terjauh dari perbuatan yang tidak diinginkan,"
Rizal menambahkan bahwa keamanan dan moralitas kota merupakan tanggung jawab bersama. Dengan patroli yang konsisten, pemda berharap kejadian serupa dapat berkurang dan ruang publik tetap aman bagi semua warga.
Berita Terkait
IAKN Tarutung Lantik 69 Pejabat, Prodi PPG Bidik Akreditasi Unggul
IAKN Tarutung melantik 69 pejabat (8/6) untuk konsolidasi kepemimpinan dan percepatan transformasi menjadi U...
Bobby Nasution Tekankan Mitigasi Ancaman Megathrust di Sumut
Gubsu Bobby Nasution menekankan mitigasi ancaman Megathrust untuk lindungi masyarakat Sumut dan stabilitas d...
Polres Pematangsiantar Musnahkan 77,836 kg Ganja dan 1,122 kg Sabu
Polres Pematangsiantar memusnahkan 77.836,92 gram ganja dan 1.122,69 gram sabu pada 9 Juni sebagai bagian da...
36 Pedagang Minta Perlindungan Presiden, Pemkab Deliserdang Rencanakan Pengosongan Ruko
36 pedagang minta perlindungan Presiden setelah Pemkab Deliserdang rencanakan pengosongan ruko di sekitar De...
PN Medan Tunda Putusan Kasus Suap Proyek Kereta DJKA
PN Medan menunda putusan tiga terdakwa kasus suap proyek kereta Medan–Binjai–Aceh karena hakim belum menyele...
Tirtanadi Minta Maaf, Distribusi Air Terganggu di Medan
Perumda Tirtanadi minta maaf atas gangguan distribusi air di Medan sejak 9 Juni akibat pemadaman listrik; pe...