Film 'Pangku' Wakili Indonesia di Bishkek Film Festival 2026
Film Pangku karya Reza Rahadian resmi terpilih sebagai wakil Indonesia dalam kategori International Competition di Bishkek International Film Festival 2026. Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi film pada Minggu, 31 Mei 2026. Festival akan berlangsung di Bishkek, Kirgizstan, pada 7-12 Juni 2026, dan Pangku akan bersaing dengan sembilan film lain untuk memperebutkan hadiah utama.
Pengumuman resmi dan jadwal festival
Tim produksi mengumumkan kabar tersebut lewat unggahan di media sosial resmi film. Dalam unggahan itu tim menyatakan rasa syukur karena film kembali berkesempatan bertemu penonton internasional.
“Kabar hangat dari Kyrgyzstan, film Pangku resmi terpilih untuk berkompetisi di Bishkek International Film Festival. Bahagia rasanya film Pangku bisa bertemu dengan teman-teman di sana,”
Festival di Bishkek akan berlangsung selama enam hari, diikuti pembuat film dari negara-negara Asia dan Eropa. Pangku masuk jajaran kompetisi internasional bersama sembilan judul lain.
Profil film dan tim produksi
Pangku, yang juga berjudul internasional On Your Lap, menandai debut Reza Rahadian sebagai sutradara film layar lebar. Reza sebelumnya lebih dikenal luas sebagai aktor dengan sejumlah penghargaan di industri perfilman Indonesia.
Film ini diproduksi oleh rumah produksi Gambar Gerak, yang didirikan oleh Reza Rahadian bersama Arya Ibrahim. Arya bertindak sebagai produser bersama Gita Fara, sementara naskah ditulis oleh Reza Rahadian dan Felix K.
Isi cerita dan pendekatan sinematik
Melalui Pangku, Reza menghadirkan drama emosional yang menyoroti hubungan keluarga dan dinamika kemanusiaan. Kritikus menyebutnya membawa pendekatan sinematik yang lebih personal dibandingkan karya-karya Reza sebagai aktor.
Pendekatan tersebut terlihat dalam penekanan pada detail emosional dan gaya visual yang intim, sehingga film menarik perhatian audiens festival independen.
Jejak prestasi sebelumnya
Pangku sudah lebih dulu menarik perhatian di panggung internasional dan domestik. Film ini meraih sejumlah penghargaan penting sebelum terpilih di Bishkek.
- Empat penghargaan di Busan International Film Festival 2025, Korea Selatan.
- Empat Piala Citra pada Festival Film Indonesia (FFI) 2025, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik, kategori pemeran, dan Penulis Skenario Asli Terbaik.
Dampak untuk perfilman Indonesia
Keikutsertaan Pangku dalam kompetisi utama Bishkek menjadi tanda berkembangnya pengakuan internasional terhadap sinema Indonesia. Keberhasilan ini menambah daftar film Indonesia yang mendapat sorotan di festival dunia.
Jika meraih penghargaan di Bishkek, prestasi itu diperkirakan akan memperkuat posisi sinema Indonesia pada peta festival internasional dan membuka peluang tayang lebih luas bagi karya-karya independen.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Trailer Kedua Sense and Sensibility Rilis, Daisy Edgar-Jones Jadi Elinor
Trailer kedua adaptasi Jane Austen, Sense and Sensibility, dirilis 30 September 2026; Daisy Edgar-Jones meme...
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...