Olahraga

Sumba Bidik Panggung Dunia Lewat Pacu Kuda

Bagikan:
Joki dan kuda pacu tradisional di Sumba dengan latar alam yang menonjol

Sumba tengah menggenjot pengembangan sport tourism melalui tradisi pacu kuda yang kuat. Konfederasi Nasional Pordasi menilai potensi budaya berkuda, kuda lokal berkualitas, dan panorama alam membuat Sumba siap menarik wisatawan nasional dan internasional. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis KONI pada Rabu, 29 Juli 2026.

Potensi sport tourism Sumba

Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi Triwatty Marciano menilai Sumba memiliki modal besar untuk naik ke panggung dunia. Budaya berkuda yang terpelihara menjadi fondasi utama untuk mengembangkan destinasi olahraga berkelanjutan. Keberadaan kuda lokal dan lanskap alam menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki daerah lain.

Sumba memiliki semua unsur yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi Sport Tourism kelas dunia

Dampak ekonomi dan peluang bagi masyarakat

Konfederasi Nasional Pordasi menekankan bahwa penyelenggaraan pacu kuda tidak hanya soal prestasi olahraga. Kegiatan ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan usaha mikro.

Beberapa sektor yang dapat terdorong antara lain:

  • UMKM lokal
  • Perdagangan dan kuliner
  • Transportasi serta jasa akomodasi

Kehadiran ribuan penonton dan peserta pada setiap kejuaraan memperbesar perputaran ekonomi di wilayah penyelenggaraan. Perbaikan fasilitas dan layanan akan semakin meningkatkan daya tarik wisatawan.

Kesiapan menyongsong PON XXII/2028

Momentum PON XXII/2028 NTT-NTB memperkuat peluang Sumba dikenal secara luas. Arena Pacu Kuda Pada Eweta Waikabubak telah ditetapkan sebagai salah satu venue cabang olahraga pacu kuda. Pemerintah daerah bersama Pordasi kini fokus pada peningkatan kualitas venue.

Perbaikan yang diprioritaskan mencakup lintasan, fasilitas pendukung, dan standar keamanan untuk memenuhi penyelenggaraan profesional di tingkat nasional dan internasional.

Pelestarian budaya dan identitas

Pacu kuda bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya masyarakat Sumba. Tradisi ini diwariskan lintas generasi dan menjadi identitas Pulau 1000 Kuda. Pengembangan sport tourism diarahkan agar pelestarian budaya tetap terjaga sambil memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi komunitas lokal.

Dengan kombinasi budaya berkuda, kualitas kuda lokal, dan panorama alam yang memikat, Sumba berpotensi berkembang menjadi pusat sport tourism bertaraf internasional jika dukungan infrastruktur dan program pelestarian terus ditingkatkan.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait