Kemenhut Jalankan OMC di Sumatera Selatan Antisipasi Karhutla
Palembang, 21 Juli 2026 — Kementerian Kehutanan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Sumatera Selatan untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Operasi dimulai pada 19 Juli dan dijadwalkan berlangsung selama 12 hari dengan posko di Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang.
Alasan dan tujuan OMC
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, menyatakan langkah ini diambil karena kondisi iklim yang memburuk akibat El Nino. Fenomena itu mempercepat kekeringan meteorologis sehingga meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
Tujuan operasi adalah mendorong hujan pada area gambut dan lahan kritis. Intervensi bertujuan membasahi bahan bakar alami, menjaga Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) gambut tetap di atas ambang berbahaya, serta mengisi waduk dan embung untuk cadangan air pemadaman darat.
Rangkaian pelaksanaan dan lokasi sebaran
Pelaksanaan OMC di Sumatera Selatan sudah memasuki hari kedua. Tim melakukan tiga sortie untuk penyemaian awan pada wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Palembang.
Penyemaian ditargetkan berdasarkan citra radar yang menunjukkan pertumbuhan awan konvektif. Posko di Lanud Sri Mulyono Herlambang menjadi pusat koordinasi operasional dan pemantauan.
Hasil awal dan bukti efektivitas
Thomas menyinggung pengalaman sebelumnya di Riau pada April, ketika OMC bekerja sama dengan BMKG. Saat itu operasi mampu meningkatkan curah hujan sebesar 26,42% dibanding data historis, dan tidak terdeteksi hotspot setelah intervensi.
Untuk Sumatera Selatan, laporan awal overlay track penyemaian dan pengamatan curah hujan menunjukkan adanya hujan di sekitar lokasi penyemaian, terutama di wilayah OKI. Hal ini menunjukkan potensi keberhasilan walau kondisi wilayah relatif kering.
Kolaborasi lintas sektor dan protokol keselamatan
Thomas menekankan bahwa keberhasilan operasi bergantung pada sinergi berbagai pihak. Kemenhut mengapresiasi kerja sama BMKG, TNI AU, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah setempat dalam mendukung operasi.
"Selama operasi berlangsung, penting untuk memperkuat sinergi dan komunikasi, utamakan keselamatan dengan mematuhi SOP keselamatan penerbangan dan penyemaian bahan, serta optimasi dan pemantauan dampak,"
kata Thomas Nifinluri.
Kemenhut akan terus memantau dampak operasi dan menyesuaikan taktik penyemaian untuk memastikan target semai tercapai di wilayah gambut yang rawan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Aceh Besar Dukung Kafilah MTQ di Semarang
Bupati Aceh Besar Muharram Idris bertemu kafilah MTQ di Semarang, beri dukungan moral dan uang saku untuk me...
Babinsa Lhoknga Imbau Warga Tingkatkan Waspada Musim Penghujan
Babinsa Koramil 03/Lhoknga mengimbau warga Meunasah Manyang tingkatkan kewaspadaan kesehatan dan kebersihan...
PGMNI Sumut Tawarkan Sinergi dengan Penmad Kemenag untuk Majukan Madrasah
PW PGMNI Sumut siap bersinergi dengan Penmad Kemenag Sumut untuk memajukan madrasah dan meningkatkan kesejah...
Muara–Sibandang Dikembangkan sebagai Sport Tourism, OWS Digelar 3 Oktober
Muara–Sibandang dikembangkan sebagai destinasi sport tourism; lomba Open Water Swimming dan Swim Run digelar...
Pemkab Simalungun Verifikasi 31 Titik KDMP untuk Operasional
Pemkab Simalungun bersama instansi verifikasi KDMP mulai 19/9; lima lokasi ditinjau dan 31 titik ditetapkan...
760 Atlet Ikut Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Antarkecamatan Medan
760 atlet pelajar dari 41 tim kecamatan berpartisipasi dalam Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Piala Wali Kota Me...