Nasional

Nusa Jaya Gandeng Krama Adat Selabih untuk Penghijauan Bali

Bagikan:
Penanaman pohon bersama krama adat Selabih Lalang Linggah di Tabanan Bali

Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama memperluas gerakan penghijauan dengan menggandeng krama adat Selabih Lalang Linggah di Desa Selabih Lalang Linggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin, 7 September 2026. Kegiatan ini meliputi penanaman pohon sekaligus pembentukan kesadaran merawat lingkungan sebagai upaya pelestarian berbasis masyarakat.

Gerakan penghijauan dan lokasi

Program penanaman pohon di Tabanan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang yayasan untuk menjaga ekosistem dan memperkuat kearifan lokal. Kegiatan ini bukan sekadar menanam, melainkan menumbuhkan tanggung jawab komunitas untuk merawat pohon hingga memberikan manfaat ekologis dan ekonomi.

Sebelumnya, gerakan yang sama telah dilaksanakan di beberapa daerah Jawa Timur. Lokasi yang telah menjadi bagian dari program antara lain:

  • Lamongan
  • Banyuwangi
  • Sumenep

Peran masyarakat adat dan desa

Founder yayasan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal agar penghijauan tidak berhenti sebagai seremoni. Desa dan krama adat dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik dan nilai yang diwariskan turun-temurun.

Menanam pohon adalah langkah sederhana, tetapi merawatnya hingga tumbuh dan memberikan manfaat adalah bentuk tanggung jawab. Karena itu, kami ingin gerakan ini tumbuh bersama masyarakat dan menjadi bagian dari kebiasaan menjaga lingkungan.

Kolaborasi dengan tokoh adat dan warga diharapkan menjamin kelanjutan perawatan tanaman, sekaligus memupuk kesadaran generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian alam.

Tujuan, harapan, dan keberlanjutan

Ketua yayasan menyatakan perluasan program bertujuan membangun gerakan lingkungan yang berkelanjutan dan inklusif. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dianggap kunci agar penanaman pohon berkembang menjadi praktik rutin dan berdampak panjang.

Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Harapannya, penanaman pohon tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi gerakan yang terus dirawat dan dikembangkan bersama masyarakat.

Perwakilan Krama Adat Selabih Lalang Linggah menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang mesti diwariskan kepada generasi berikut.

Lingkungan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat desa. Karena itu, menjaga alam tidak cukup hanya dilakukan oleh satu pihak, tetapi harus menjadi kesadaran bersama.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas, program ini diharapkan tidak hanya menambah jumlah pohon, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal untuk merawat lingkungan dan menjadikan pelestarian sebagai kebiasaan sehari-hari.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait