Mendagri Minta Pemda Siapkan WFH bagi ASN Akibat Erupsi Krakatau
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah terdampak erupsi Gunung Krakatau meningkatkan kewaspadaan sejak Minggu, 6 September 2026. Instruksi itu ditujukan untuk mencegah kontaminasi pasokan air dan makanan serta menjaga kesehatan publik.
Instruksi utama kepada pemda
Pemerintah daerah di wilayah terdampak diminta segera membagikan masker kepada masyarakat. Kepala daerah juga diberi kewenangan menilai tingkat krisis kesehatan dan keamanan setempat. Semua langkah operasional harus berpatokan pada informasi resmi dari BMKG dan koordinasi dengan BNPB.
“Tetapi sekali lagi situasinya masih sangat situasional apalagi sangat tergantung situasi masing-masing daerah,”
WFH untuk ASN: persentase dan ketentuan
Tito menegaskan kebijakan Work From Home (WFH) berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah terdampak. Pemerintah daerah dapat menerapkan skema WFH hingga 50 persen dari total pegawai secara umum. Di daerah yang dinilai lebih rawan, persentase WFH dapat ditingkatkan sampai 75 persen.
Untuk penerapan, kepala daerah harus melakukan evaluasi risiko menyeluruh pada seluruh sektor publik. Kebijakan ini fleksibel dan disesuaikan berdasarkan tingkat kedaruratan yang terdata.
“Kalau memang ada potensi yang akan berpengaruh situasinya emegensi atau darurat... maka dapat dilakukan work from home,”
Sektor esensial dan layanan publik
Meski WFH diberlakukan, layanan penting harus tetap beroperasi penuh. Pemerintah menekankan agar layanan darurat dan fasilitas dasar tetap berjalan tanpa gangguan.
- Layanan kesehatan
- Pemadam kebakaran
- Ketersediaan listrik dan kelistrikan
Pemantauan transportasi dan koordinasi lintas daerah
Penyesuaian sistem transportasi darat dan laut sangat bergantung pada kondisi riil di lapangan. Pemantauan harus selalu mengacu pada data official BMKG. Pemerintah provinsi diminta intens berkomunikasi dengan kabupaten/kota untuk merespons perubahan situasi dengan cepat.
Langkah lanjutan dan implikasi
Pemerintah pusat terus memantau perkembangan melalui koordinasi intensif dengan BNPB. Setiap pemerintah daerah wajib merespons informasi resmi tersebut dan mengambil langkah operasional yang tepat. Penerapan WFH diharapkan mengurangi risiko paparan, sementara distribusi masker bertujuan menekan potensi kontaminasi makanan dan air.
“Itu yang dapat dilakukan oleh kepala daerah masing masing, tetapi sekali lagi diharapkan mengikuti dengan sangat intens informasi informasi resmi karena ada hal hal yang kadang kadang tidak diperhatikan, maka perlu mendapat informasi dari sumber resmi BMKG, termasuk sektor administrasi pemerintahan,” ujar Tito Karnavian.
Pemda diminta tetap transparan kepada publik tentang langkah mitigasi dan evaluasi berkala terhadap kebijakan kerja dan layanan esensial selama masa tanggap darurat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendikdasmen: Daerah Terdampak Anak Krakatau Sesuaikan Belajar
Mendikdasmen minta daerah terdampak erupsi Anak Krakatau sesuaikan pembelajaran berdasarkan indeks pencemara...
Anak Krakatau dan Sinabung Dipantau Ketat Usai Lontaran Lava dan Gempa
Badan Geologi pantau ketat Anak Krakatau yang melontarkan lava dan Sinabung yang naik ke Level III Siaga set...
Lion Group Batalkan 288 Penerbangan Akibat Erupsi Anak Krakatau
Lion Group membatalkan 288 penerbangan pada 6 Sept 2026 akibat erupsi Anak Krakatau; penumpang ditawarkan pe...
Delapan Bandara Ditutup Sampai 24.00 WIB Akibat Abu Anak Krakatau
Delapan bandara ditutup sampai pukul 24.00 WIB karena sebaran abu Anak Krakatau; penutupan dievaluasi ulang...
BPK Penabur Bandar Lampung Juara Lomba Dalami Alkitab Nasional
Kontingen BPK Penabur Bandar Lampung jadi juara utama Lomba Dalami Alkitab (Bible Fest) di GKI Fest 2026, me...
Abu Vulkanik: DKI Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026
DKI Jakarta menerapkan PJJ mulai 7 Sept 2026 karena abu vulkanik Anak Krakatau; pemerintah imbau warga terap...