PDI Perjuangan Blitar Perkuat Regenerasi lewat Musyawarah Ranting
BLITAR — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar memperkuat regenerasi organisasi tingkat ranting lewat Musyawarah Ranting (Musran) se-Kecamatan Binangun pada Sabtu, 11 Juli 2026 di Desa Ngembul. Kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031 berhasil disusun setelah satu bulan penjaringan, termasuk upaya memenuhi keterwakilan perempuan dan melibatkan kader muda dari kalangan milenial dan Generasi Z.
Proses penjaringan dan pengesahan kepengurusan
Penjaringan pengurus dilakukan melalui rapat-rapat di tingkat ranting selama sekitar satu bulan. Seluruh 12 ranting di Kecamatan Binangun menyusun struktur kepengurusan baru yang kemudian dibawa ke Musran untuk dibahas dan disahkan.
Musran diakhiri dengan pelantikan dan pengambilan sumpah sebagai penanda dimulainya kepengurusan baru di setiap desa wilayah tersebut.
Upaya melibatkan perempuan dan kader muda
PAC PDI Perjuangan Kecamatan Binangun, Eko Prasetyono, menyatakan tantangan terbesar adalah mengajak perempuan muda terlibat aktif dalam struktur partai. Pendekatan dan edukasi politik menjadi kunci untuk mengatasi hambatan tersebut.
"Kami memberikan pemahaman bahwa partai politik bukan sekadar wadah organisasi, tetapi bagian dari perjuangan membangun bangsa. Setelah memahami ideologi dan nilai-nilai perjuangan, banyak kader muda yang akhirnya bersedia bergabung."
Eko memastikan ketentuan keterwakilan perempuan terpenuhi, termasuk keterlibatan kader milenial. Ia optimistis komposisi baru akan memperkuat regenerasi dan meningkatkan kinerja organisasi selama lima tahun ke depan.
Tata kelola organisasi dan dukungan DPC
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, menekankan bahwa Musran bukan sekadar pergantian pengurus. Proses ini dianggap bagian dari upaya membangun organisasi yang tertib administrasi dan disiplin mekanisme partai.
"Kedisiplinan organisasi harus ditanamkan sejak awal karena ketertiban administrasi menjadi fondasi utama jalannya partai."
Menurut Guntur, ranting dan anak ranting adalah ujung tombak partai. Oleh karena itu pengurus baru harus dibekali pemahaman tentang ideologi partai, tata kelola, dan mekanisme kerja politik di masyarakat.
Beberapa fokus pembekalan yang direncanakan meliputi:
- Pemahaman ideologi dan nilai partai
- Tata kelola organisasi dan administrasi
- Strategi kerja politik dan komunikasi dengan masyarakat
DPC juga menyatakan akan terus memberikan dukungan terhadap kebutuhan organisasi agar ranting mampu menjalankan fungsi politik sekaligus memperkuat komunikasi dengan warga setempat.
Penutupan Musran di Kecamatan Binangun sekaligus menandai dimulainya masa kerja pengurus baru 2026–2031. Dengan komposisi yang lebih muda dan inklusif, partai berharap jaringan di tingkat desa semakin kuat dan siap menghadapi tantangan ke depan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Terbaik KTR Jatim 2026
Banyuwangi meraih dua penghargaan Terbaik 1 Implementasi Kawasan Tanpa Rokok Jatim 2026 untuk Marina Boom da...
Siraman Gong Kyai Pradah di Lodoyo: Tradisi dan Peluang UMKM
Ribuan warga menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah di Lodoyo, Blitar; tradisi dilestarikan dan didorong menja...
Evi Dwitasari Serap Aspirasi Kradenan dan Tekankan Prioritas Infrastruktur
Evi Dwitasari serap aspirasi warga Kradenan (27/8/2026) dan tegaskan prioritas infrastruktur karena pemotong...
Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Perusakan ODCB di Jember
Setio Hadi melaporkan dugaan perusakan ODCB Gumuk Lumpang ke Polres Jember pada 27 Agustus 2026; laporan dis...
Novita Hardini Akan Suarakan Kekhawatiran UMKM soal KDMP di Senayan
Novita Hardini akan membawa keluhan pelaku UMKM Ngawi soal KDMP ke Senayan dan meminta audit agar produk lok...
PO Lumajang 99 Tahun: Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Warga PO Lumajang menggelar tabur bunga dan doa bersama di Makam Pahlawan, 27 Agustus 2026, memperingati 99...