Lokal

Prof Muhammad Natsir Dikukuhkan Guru Besar Hukum Pidana Lingkungan

Bagikan:
Prof Muhammad Natsir, Guru Besar Hukum Pidana Lingkungan Universitas Samudra

LANGSA — Universitas Samudra (Unsam) Langsa akan mengukuhkan Prof. Dr. Drs. Muhammad Natsir SH MH sebagai Guru Besar di bidang Hukum Pidana Lingkungan pada 29 September mendatang. Sebelumnya, ia dinyatakan lulus sebagai profesor akhir Juli dan ditetapkan menjadi Guru Besar pada Agustus 2026.

Perjalanan hidup dan pendidikan

Muhammad Natsir lahir 31 Desember 1966 di Matang Panyang, Nurussalam, Aceh Timur. Ia tumbuh sebagai anak sulung dari keluarga buruh tani di Ulee Ateung. Orang tuanya menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan.

Pendidikan dasarnya dimulai di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Ulee Ateung pada 1974. Sejak kecil ia bekerja mengumpulkan kopra dan menyanyam tikar untuk menambah uang jajan, pengalaman yang mengajarkan kerja keras dan kesabaran.

Setelah menamatkan SD pada 1980, Natsir melanjutkan pendidikan pesantren dan Madrasah Ulumul Quran (Muq) Langsa, lulus Tsanawiyah pada 1984. Ia kerap menjalankan tugas kebersihan, mengumandangkan azan, dan mengajar mengaji anak-anak di lingkungan pesantren.

Menapaki jenjang perguruan tinggi

Pada 1987 Natsir melanjutkan studi ke IAIN Sumatera Utara jurusan Peradilan Agama. Selama kuliah ia bekerja berjualan buku dan membuka jasa ketik proposal, yang membantu menyelesaikan skripsinya bertema Ijtihad Menjawab Tantangan Zaman. Ia lulus pada 1992 dengan gelar Doktorandus.

Setelah mengabdi di lingkungan pendidikan, Natsir kembali kuliah di Fakultas Hukum Universitas Samudra, lulus pada 1997 dengan penelitian tentang warisan bagi istri nikah siri menurut hukum Islam. Ia sempat mengajar di Brunei dan bekerja honorer sebelum menjadi guru bantu pusat pada 2003.

Ia memperdalam studi dengan meraih magister Ilmu Hukum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada 2009. Kemudian menyelesaikan program doktoral di Universitas Sumatera Utara pada 2017 dengan penelitian tentang takzir terhadap pelaku tindak pidana lingkungan hidup di Aceh.

Karier akademik dan jabatan

Karier Natsir di Universitas Samudra meliputi posisi sebagai Asisten Dosen, Sekretaris Jurusan, Wakil Dekan, dan Dekan Fak. Hukum (2021-2025). Setelah menjabat dekan, ia mencalonkan diri dan terpilih menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik Unsam periode 2025-2029.

Sejak 2015 ia juga pernah menjabat Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan pada Fakultas Teknik. Pada 2021-2023 ia beberapa kali mengikuti ujian jabatan profesor hingga akhirnya lulus pada Juli dan ditetapkan sebagai Guru Besar Agustus 2026.

Karya ilmiah, profesionalisme, dan organisasi

Prof. Natsir aktif menulis penelitian dan buku referensi. Beberapa karya terindeks Scopus dan topik penelitiannya berkisar pada kebijakan berbasis kearifan lokal, konservasi pesisir, serta relevansi prinsip-prinsip Islam dalam pengelolaan lingkungan.

Karya buku dan penelitian penting antara lain:

  • Formulasi Kebijakan Berbasis Kearifan Lokal untuk Peningkatan Potensi Ekonomi
  • Konservasi Pesisir Aceh Tamiang dan Pengembangan Produksi Madu Kelulut
  • Relevansi Prinsip-Prinsip Islam dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di Aceh
  • Korporasi Antara Sanksi dan Tindak Pidana Lingkungan di Aceh
  • Restorative Justice Hukum Pidana Islam sebagai Kearifan Lokal di Aceh

Ia juga menempuh pendidikan nonformal seperti arbitrase, mediator profesional, ahli hukum kontrak pengadaan, dan likuidator profesional. Di organisasi, Natsir aktif di berbagai lembaga keagamaan dan profesional, termasuk Majelis Permusyawaratan Ulama dan Dewan Sengketa Indonesia.

Penghargaan dan penutup

Di antara penghargaan yang diterimanya adalah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden RI pada 2019. Di luar akademik, ia gemar memancing, berkebun, dan beternak.

Pengukuhan Prof. Muhammad Natsir sebagai Guru Besar menutup perjalanan panjang dari seorang pemuda desa menjadi akademisi terkemuka di bidang Hukum Pidana Lingkungan. Upacara 29 September akan menjadi momen formal bagi pencapaian yang lahir dari ketekunan dan pengabdian panjang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait