Olahraga

Modern Pentathlon Indonesia Cetak Personal Best di Asian Games 2026

Bagikan:
Tim Modern Pentathlon Indonesia berkompetisi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim nasional Modern Pentathlon Indonesia mencatat sejumlah personal best pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jumat, 18 September 2026, di Anjo Sports Park, Aichi, Jepang. Peningkatan catatan waktu terjadi meskipun persaingan sangat ketat di level Asia. Total lima atlet tampil untuk Indonesia, dengan satu wakil putri melaju ke final.

Hasil dan posisi atlet

Atlet putra Samuel Christian Matulatuwa finis di peringkat ke-10 dari 18 peserta pada semifinal B dengan total 1.456 poin. Posisi itu menghentikan peluangnya ke final karena ia tertinggal 12 poin dari S German asal Filipina yang berada di peringkat kesembilan dan lolos ke babak final.

Catatan pribadi dan progres waktu

Meski tidak lolos, Samuel dan rekan-rekannya menunjukkan peningkatan catatan waktu. Sekretaris Jenderal PP Modern Pentathlon Indonesia, Marsma TNI Ridwan Gultom, menyatakan banyak atlet mencatatkan waktu terbaik pribadi pada nomor tertentu selama ajang ini.

Sam yang biasanya renang 57 detik, sekarang bisa 55 detik. Demikian juga untuk obstacle-nya, tahun lalu waktu kualifikasi dia 28 detik, tadi ini bisa 24 detik. Anak-anak semuanya menunjukkan kenaikan progres,

— Marsma TNI Ridwan Gultom

Perubahan disiplin dan adaptasi atlet

Modern pentathlon menjalani perubahan disiplin, yakni mengganti nomor berkuda dengan obstacle. Menurut Samuel, transisi ini mempermudah adaptasi karena atlet tidak perlu menjalin chemistry dengan kuda.

Pertandingannya sangat kompetitif, atlet-atletnya bagus semua. Secara keseluruhan saya lumayan senang dengan performa saya. Walau tadi hampir masuk final dan meleset sedikit. Kita akan fokus lagi untuk perbaikan ke depannya,

— Samuel Christian Matulatuwa

Samuel menambahkan bahwa ia menyukai nomor obstacle karena sejak kecil senang memanjat dan bermain yang serupa.

Komposisi tim dan pencapaian putri

Indonesia mengirim lima atlet, terdiri atas tiga atlet putri dan dua atlet putra. Dari sektor putri, Caroline Bangun berhasil menembus babak final, menjadi satu-satunya wakil tim yang tampil di partai pamungkas.

Dukungan fasilitas dan prospek ke depan

Ridwan Gultom, yang juga menjabat pelatih kepala, mengapresiasi usaha para atlet dan keberadaan fasilitas latihan obstacle di Indonesia. Ia menilai fasilitas mandiri ini memainkan peran penting dalam peningkatan performa tim.

Anak-anak semua luar biasa. Terima kasih juga sama pak ketum karena kita juga sudah punya fasilitas obstacle sendiri,

— Marsma TNI Ridwan Gultom

Ke depan, tim akan mengevaluasi hasil dan memfokuskan latihan untuk menutup selisih poin dan menajamkan catatan waktu. Peningkatan waktu renang dan obstacle menjadi modal penting menjelang kompetisi internasional berikutnya.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait