Otomotif

Pakai Mobil Listrik, Warga Cibubur Klaim Hemat Rp140 Ribu/Hari

Bagikan:
Warga Cibubur menggunakan mobil listrik dan mengisi daya sebagai ilustrasi penghematan biaya

JAKARTA — Seorang warga Cibubur, Nia (45), mengaku beralih menggunakan mobil listrik sejak Februari 2026 karena bisa memangkas biaya operasional harian. Saat ditemui pada Sabtu (10/10/2026), ia menyatakan selisih pengeluaran antara bahan bakar dan pengisian daya listrik bisa mencapai Rp70 ribu sampai Rp140 ribu per hari. Namun Nia meminta ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum diperluas supaya pengguna tidak kesulitan mengisi daya.

Penghematan biaya

Sebelum beralih, Nia rutin mengeluarkan biaya untuk bensin sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Setelah menggunakan mobil listrik, biaya pengisian dayanya turun menjadi sekitar Rp60 ribu sampai Rp80 ribu, tergantung jarak dan intensitas penggunaan.

Perbandingan itu membuat Nia bisa menekan pengeluaran transportasi sehari-hari. Selain urusan ekonomi, ia juga mempertimbangkan faktor kenyamanan berkendara.

Akses dan ketersediaan SPKLU

Nia menyoroti kebutuhan penerapan jaringan pengisian yang lebih merata. Ia berharap fasilitas SPKLU beroperasi 24 jam dan tersebar tidak hanya di pusat kota, tetapi juga di kawasan pemukiman.

“Lebih mudah mencarinya, enggak susah-susah cari (SPKLU). Kami pengguna tentu mencari untuk cas 24 jam,” tuturnya.

Menurut Nia, jika titik pengisian semakin banyak dan mudah dijangkau, pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman dan minim gangguan.

Manfaat lain dan harapan pengguna

Selain penghematan, Nia merasakan keuntungan mobil listrik pada aspek mobilitas. Ia menyebut kendaraan listrik memberi kemudahan saat melintas di area yang menerapkan kebijakan ganjil-genap.

Meski demikian, tantangan infrastruktur masih menjadi penghambat percepatan adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat luas. Ketersediaan SPKLU yang memadai dinilai krusial untuk memberikan rasa aman bagi pengguna baru.

Implikasi luas

Adopsi mobil listrik yang meningkat berpotensi mengurangi beban pengeluaran rumah tangga untuk transportasi. Namun manfaat penuh baru tercapai jika kebijakan dan investasi infrastruktur pengisian daya bergerak seiring dengan pertumbuhan pengguna.

Perluasan jaringan SPKLU, jam operasi yang fleksibel, dan distribusi yang merata menjadi kunci agar penghematan biaya sekaligus peningkatan mobilitas dapat dinikmati lebih luas oleh warga perkotaan.

Fikri Hidayat
Penulis
Fikri Hidayat

Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.

Berita Terkait