Komisi V Soroti Minimnya Fasilitas Keselamatan Transportasi
Komisi V DPR RI mengingatkan bahwa fasilitas keselamatan transportasi darat di banyak daerah masih minim dan harus segera diakomodasi dalam penyusunan pagu anggaran Kementerian Perhubungan Tahun 2027. Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi V, Syaiful Huda, dalam rapat dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
Temuan utama dan prioritas yang disorot
Komisi V menilai peningkatan fasilitas keselamatan perlu menjadi prioritas Ditjen Perhubungan Darat. Fokusnya meliputi penguatan aspek keselamatan, pengelolaan perlindungan, dukungan program padat karya, dan perbaikan penanganan pelabuhan penyeberangan.
Kutipan pembahasan rapat
"Yang kedua, pengelolaan perlindungan yang masih perlu dioptimalkan, ketiga, peningkatan program pendukung padat karya untuk mendukung keselamatan transportasi. Yang keempat, pengelolaan pelabuhan penyeberangan yang masih minim penanganan, serta minimnya ketersediaan fasilitas keselamatan di hampir sebagian besar provinsi di seluruh Indonesia,"
Syaiful Huda menegaskan bahwa kondisi tersebut berdampak pada kualitas pelayanan transportasi publik di daerah dan memerlukan intervensi anggaran yang jelas.
Akomodasi dalam penyusunan anggaran 2027
Komisi V meminta agar usulan perbaikan fasilitas keselamatan menjadi bagian tak terpisahkan dari penyusunan Pagu Indikatif RAPBN Tahun Anggaran 2027. Menurut Syaiful, masukan dewan harus diperhatikan oleh Ditjen Perhubungan Darat agar program keselamatan dapat berjalan lebih optimal di seluruh daerah.
"Kami tegaskan agar penyusunan Pagu Indikatif RAPBN Tahun Anggaran 2027 benar-benar memperhatikan dan mengakomodir saran dan masukan dari Komisi V DPR RI. Yang disampaikan dalam seluruh rangkaian rapat kerja maupun rapat dengar pendapat sampai dengan hari ini,"
Dampak dan langkah ke depan
Jika rekomendasi Komisi V diikuti, diharapkan akan ada peningkatan ketersediaan fasilitas keselamatan di provinsi-provinsi yang saat ini tertinggal. Perbaikan ini meliputi fasilitas jalan, rambu keselamatan, serta penanganan pelabuhan penyeberangan yang menjadi perhatian khusus.
Komisi V menegaskan perlunya koordinasi lebih intens antara DPR dan Kementerian Perhubungan agar usulan program dan anggaran tahun 2027 dapat mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Keputusan akhir terkait alokasi anggaran akan terlihat dalam proses penyusunan RAPBN mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MBG Libatkan 148 Ribu Pemasok Lokal, Sinergi dengan KDMP
Program MBG melibatkan 148 ribu pemasok lokal dan akan diperkuat lewat kolaborasi dengan KDMP untuk menyerap...
TNI AL Kirim KRI dan Kopaska ke Rusia untuk Orruda 2026
TNI AL mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, helikopter, Kopaska, dan tim medis ke Vladivostok untuk mengi...
Kapolri Tegaskan Soliditas TNI-Polri dalam Silaturahmi di Mabes TNI
Kapolri Listyo Sigit bertemu Panglima TNI Agus Subiyanto di Mabes TNI untuk memperkuat soliditas dan sinergi...
Komisi V Minta Anggaran Ramp Check Diprioritaskan 2027
Ketua Komisi V DPR Lasarus mendesak prioritas anggaran ramp check dalam penyusunan pagu 2027 untuk memastika...
DPR Tegaskan Pembahasan RUU Perampasan Aset Tetap Dilanjutkan
DPR menegaskan pembahasan RUU Perampasan Aset tetap dilanjutkan dan dipercepat; klaim penolakan dianggap hoa...
Ketua Komisi V: ODOL Sebabkan 80% Kecelakaan, Penegakan Harus Tegas
Lasarus: kendaraan ODOL picu 80% kecelakaan; Komisi V minta penegakan tegas dan bukan sekadar kenaikan denda...