MBG Libatkan 148 Ribu Pemasok Lokal, Sinergi dengan KDMP
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli HasanMakan Bergizi Gratis (MBG) telah melibatkan sekitar 148.000 pemasok pangan lokal dan akan diperkuat melalui sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pernyataan itu disampaikan pada Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan di Wonosobo, Jawa Tengah, Senin, 13 Juli 2026, sebagai upaya menyerap produksi masyarakat dan menggerakkan ekonomi desa.
Keterlibatan beragam pemasok lokal
Zulkifli Hasan menjelaskan pemasok MBG datang dari berbagai unsur desa dan pelaku usaha lokal. Tujuannya, agar hasil produksi petani, peternak, dan UMKM terserap langsung ke program sehingga memberi nilai tambah.
- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)
- Kelompok tani dan kelompok peternak
- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
"Saat ini, Program MBG telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok. Terdiri dari BUMDes, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok tani, kelompok peternak, dan pelaku UMKM,"
Sinergi MBG dan KDMP
Menurut Zulhas, kolaborasi antara MBG dan KDMP akan memperkuat rantai pasok nasional dan membuka pasar yang lebih berkelanjutan bagi komoditas lokal. Penguatan ini diarahkan untuk memastikan kebutuhan bahan baku MBG dipenuhi dari produksi desa.
Dampak ekonomi daerah
Data Badan Gizi Nasional (BGN) pada April 2026 menunjukkan MBG juga menjadi pendorong ekonomi daerah. Program ini menyerap produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal, sehingga memperkuat pasar bagi produsen di tingkat desa.
Di Jawa Barat, tercatat sekitar 6.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diperkirakan menciptakan perputaran dana hingga Rp6 triliun per bulan. Mayoritas anggaran SPPG dialokasikan untuk pembelian bahan baku lokal.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Jumlah SPPG (Jawa Barat) | 6.200 satuan |
| Perputaran dana | Rp6 triliun / bulan |
| Anggaran untuk bahan baku per SPPG | ~70% |
| Pembelian dari produk lokal | ~95% dari pembelian bahan baku |
Kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan
Zulhas menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam sebagai dasar ketahanan pangan. Ketersediaan air, tanah subur, dan ekosistem yang terjaga menjadi modal utama produksi berkelanjutan.
"Ketersediaan air, tanah yang subur, dan ekosistem yang terjaga merupakan modal utama bagi keberlanjutan produksi pangan nasional,"
Dengan menghubungkan MBG dan KDMP, pemerintah berharap tercipta sistem pangan nasional yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...