Kepala BGN: TNI-Polri Dilibatkan untuk Dukung Program MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan keterlibatan TNI dan Polri dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya mempercepat distribusi dan memastikan target gizi anak tercapai. Pernyataan itu disampaikan di Kantor BGN pada Rabu, 22 Juli 2026 malam. Menurut Sudaryono, pendekatan yang akan digunakan serupa dengan metode yang pernah diterapkan di sektor pertanian.
Metode pendekatan seperti di pertanian
Sudaryono mengatakan model kerja MBG akan melibatkan semua pihak agar pelaksanaan lebih efektif. Ia menekankan keterlibatan aparat keamanan bukan untuk tugas penegakan, melainkan sebagai mitra logistik dan koordinasi lapangan. Pendekatan ini, kata dia, pernah berhasil saat ia aktif di sektor pertanian.
"Intinya itu sama seperti di pertanian yang saya alami dulu," ujarnya. "Saat itu kami melibatkan semua pihak, termasuk TNI dan Polri."
Contoh distribusi pompa air pada musim kemarau
Untuk memperkuat klaimnya, Sudaryono mengutip pengalaman pendistribusian alat pertanian pada musim kering. Ia mengatakan pemerintah pernah menyalurkan sekitar 70 ribu pompa air melalui TNI dan Polri karena tidak adanya anggaran khusus untuk biaya distribusi.
"Kami menyalurkan 70 ribu pompa pada musim paceklik kemarau lewat TNI dan Polri," ujarnya. "Kenapa, karena tidak ada anggarannya, jadi ongkos untuk membaginya tidak ada."
Fokus pada keamanan pangan dan pemberdayaan lokal
Sudaryono menggarisbawahi bahwa tujuan utama MBG adalah memastikan anak-anak memperoleh makanan yang aman dan bergizi. Ia mengingatkan program harus memberdayakan UMKM, petani, dan peternak lokal sehingga berdampak pada pemulihan ekonomi daerah.
Meski melibatkan banyak pihak, Sudaryono menekankan standar keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Pangan yang diolah atau didistribusikan harus memenuhi kriteria keamanan untuk mencegah kasus keracunan.
"Intinya adalah semua pihak memahami bagaimana caranya program bisa terlaksana dengan baik," ujarnya. "Program ini sasarannya jelas, anak-anak cukup gizi dan aman serta tumbuhnya ekonomi lokal."
Pernyataan Sudaryono memberi gambaran bahwa keterlibatan TNI dan Polri pada MBG akan bersifat dukungan operasional dan logistik, bukan peran administratif tunggal. Ke depan, model kolaborasi ini akan diuji pada tahapan implementasi untuk melihat efektivitas distribusi dan dampak pemberdayaan ekonomi lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Aktifkan 480 Dapur SPPG, Total Capai 27.022 Unit
BGN mengaktifkan 480 dapur SPPG di 16 provinsi, menambah total jadi 27.022 unit, dengan fokus perluasan ke w...
Patrialis: Sengketa Pilpres 2024 Seharusnya Sudah Kedaluwarsa
Patrialis Akbar menilai permohonan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan 2026 telah kedaluwarsa dan seharusnya...
45 Ucapan Rayakan HUT ke-81 TNI (5 Okt 2026)
Kumpulan 45 ucapan untuk menyambut HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, siap dipakai sebagai caption dan pesan...
Rangkaian Lengkap HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Puncak HUT ke-81 TNI digelar di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, mencakup upacara, penganugerahan, s...
30 Link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan Cara Pasang
Kumpulan 30 link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan panduan singkat memasangnya untuk disebar di media sosial.
HUT ke-81 TNI 2026: Tema dan Unduh Logo Resmi
TNI merilis tema HUT ke-81 dan menyediakan logo serta materi publikasi resmi yang bisa diunduh untuk poster,...