MBG Nusantara Luncurkan Tata Kelola 10 Ribu untuk UMKM
Aliansi MBG Nusantara memperkenalkan model Tata Kelola 10 Ribu untuk mengintegrasikan UMKM ke rantai pasok pangan dan mendorong ekonomi mikro daerah. Peluncuran ini dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional dan diumumkan pada Minggu, 24 Mei 2026, sebagai bagian program pemenuhan gizi nasional yang lebih inklusif.
Tata Kelola 10 Ribu dan peran UMKM
Model Tata Kelola 10 Ribu dirancang sebagai sistem manajerial untuk menjaga transparansi operasional dan memasukkan pelaku usaha kecil ke dalam jaringan produksi pangan. Inisiatif ini menempatkan UMKM sebagai pilar utama agar intervensi gizi tidak berjalan eksklusif, melainkan juga menjadi stimulan ekonomi mikro.
“Kami menempatkan UMKM sebagai pilar utama. Tujuannya, agar program ini tidak hanya memperbaiki kualitas SDM, tetapi juga menjadi stimulan bagi ekonomi mikro di daerah,” ujar Hj. Chandra Manggih Rahayu.
Validasi data melalui kolaborasi akademik
Aliansi menekankan pentingnya basis data yang kuat sebagai fondasi tata kelola. Untuk itu, mereka menggandeng mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melalui program riset lapangan dan metode live-in. Para mahasiswa akan ditempatkan di unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memantau proses produksi secara langsung.
“Kami ingin memastikan standardisasi mutu tidak hanya bagus di atas kertas, tapi teruji di lapangan,” kata Linda Kartika Dewi, yang juga menjabat Ketua Srikandi DPP ARUN.
Sebagai tindak lanjut, aliansi merencanakan Focus Group Discussion pada bulan Juni, bertepatan peringatan Hari Lahir Pancasila, untuk merumuskan standar implementasi ekonomi inklusif berbasis hasil riset lapangan.
Manifestasi konstitusi dan pesan ideologis
Aliansi menempatkan nilai konstitusional dalam praktik sehari-hari jaringan dapurnya dengan menampilkan Pasal 33 UUD 1945 di setiap titik. Langkah ini dimaksudkan sebagai pengingat bahwa pengelolaan sumber daya ekonomi harus menempatkan rakyat sebagai subjek aktif, bukan sekadar konsumen.
“Semangatnya adalah kebangkitan ekonomi. Rakyat harus terlibat langsung dalam produksi, bukan hanya menjadi konsumen,” tegas Bungas T. Fernando Duling (Nando).
Sebaran infrastruktur Dapur SPPG
Hingga kini, Aliansi MBG Nusantara telah membangun jaringan Dapur SPPG di sejumlah provinsi strategis sebagai infrastruktur dasar untuk mendorong kedaulatan pangan dan menghidupkan ekosistem ekonomi lokal di sekitar titik distribusi:
- Sumatera: Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan
- Jawa & Bali: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali
- Kalimantan & Timur: Kalimantan Tengah, NTB, Papua Selatan
Jaringan dapur ini diposisikan sebagai infrastruktur fundamental untuk memastikan akses gizi sekaligus membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal memproduksi dan memasok pangan bergizi.
Ke depan, aliansi akan fokus pada penguatan sistem data, pelatihan mutu produksi bagi UMKM, serta penguatan kerja sama lintas sektor—akademik, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha kecil—untuk memastikan program berkelanjutan dan berdampak pada kedaulatan pangan nasional.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Sentra Budidaya Perikanan Ribuan Hektare
Pemerintah siapkan sentra budidaya perikanan ribuan hektare untuk tingkatkan produksi, serap tenaga kerja, d...
Penumpang KA Serayu Capai 446.704 Orang Awal 2026
KA Serayu angkut 446.704 penumpang awal 2026, naik dari 434.678 tahun lalu; rute Purwokerto–Jakarta via Band...
REI: Tenor KPR 40 Tahun Buka Akses Rumah untuk Pekerja Informal
REI dukung tenor KPR 40 tahun untuk memperluas akses rumah subsidi bagi pekerja informal; cicilan diperkirak...
KAI Services Sosialisasi Pencegahan Fraud di Yogyakarta
KAI Services gelar sosialisasi pencegahan fraud di Yogyakarta untuk perkuat integritas dan perkenalkan Whist...
Pelanggan Stasiun Lawang Naik 21,67% pada Awal 2026
Pelanggan Stasiun Lawang naik 21,67% pada awal 2026, memperkuat konektivitas dan mobilitas produktif di Mala...
Perluas Sentra Budidaya, Prabowo Genjot Ekspor Perikanan
Presiden Prabowo akan memperluas sentra budidaya perikanan dengan proyek BUBK di Kebumen dan rencana lahan r...