Mancini Kembali Jadi Pelatih Italia hingga Piala Dunia 2030
Roberto Mancini resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Italia hingga Piala Dunia 2030. Pengumuman itu dibuat oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dalam rapat pada Selasa, 28 Juli 2026. Penunjukan dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi kepengurusan tim nasional untuk membenahi performa setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Penunjukan dan pernyataan Mancini
Mancini menyambut penunjukan tersebut dengan rasa terhormat. Ia menyampaikan terima kasih kepada federasi dan menegaskan kesiapannya memimpin kembali Azzurri.
"Saya berterima kasih kepada federasi atas kepercayaan yang diberikan. Kami tahu tantangan yang menanti,"
Ia menambahkan bahwa fokusnya adalah membangun kembali tim dan mengembalikan prestasi. Mancini optimistis dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, Italia bisa kembali bersaing di level tertinggi.
"Saya yakin dengan kerja keras, persatuan, dan dukungan semua pihak, Italia bisa kembali bersaing di level tertinggi,"
Alasan dan konteks penunjukan
FIGC mengambil keputusan ini setelah Italia gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Pada babak kualifikasi, Italia tersingkir melalui adu penalti melawan Bosnia Herzegovina. Kegagalan itu menambah catatan buruk setelah Italia juga tidak lolos pada Piala Dunia 2022 setelah kalah dari Makedonia Utara.
Dengan kembali menunjuk Mancini, federasi berharap bisa memperbaiki performa tim dan mempersiapkan skuad untuk tantangan jangka panjang hingga 2030.
Komposisi teknis dan perombakan
Selain Mancini, FIGC juga menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik baru. Penempatan Ranieri dan kembalinya Mancini merupakan bagian dari paket perbaikan struktural federasi.
Langkah ini juga memberi kepastian setelah berminggu-minggu spekulasi tentang calon pelatih. Sebelumnya, nama-nama seperti Pep Guardiola dan Andrea Pirlo sempat beredar sebagai kandidat pengganti.
Karier Mancini
Roberto Mancini bukan wajah baru di timnas. Ia sebelumnya memimpin Italia menjuarai Piala Eropa 2020. Sebagai pelatih klub, ia pernah menangani beberapa tim besar dengan catatan sebagai berikut:
- Inter Milan (2004–2008) — memenangkan Coppa Italia.
- Manchester City (2009–2013).
- Galatasaray (2013–2014).
- Terakhir menangani Al Shadd di Liga Bintang Qatar.
Dengan mandat hingga Piala Dunia 2030, tantangan Mancini adalah menyusun kembali pemain dan strategi agar Italia kembali menjadi kekuatan di kancah internasional.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Indonesia Naik ke Peringkat 8 di Klasemen Asian Games 2026
Indonesia naik ke peringkat delapan klasemen Asian Games 2026 setelah meraih 1 perak dan 3 perunggu hingga 2...
Seraf Naro Siregar Sabet Perunggu, Medali Pertama Indonesia di Asian Games
Seraf Naro Siregar merebut medali perunggu nomor Men’s Changquan dan menjadi peraih medali pertama Indonesia...
Soft Tennis Beregu Putra Raih Medali Perunggu di Asian Games 2026
Tim soft tennis beregu putra Indonesia meraih medali perunggu setelah kalah 0-2 dari Jepang di semifinal Asi...
Moyes Enggan Bicarakan Eropa Meski Everton Tak Terkalahkan
Moyes meminta Everton tak bicara soal Eropa meski tak terkalahkan; ia khawatir pengalaman musim lalu dan efe...
Wushu Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026
Seraf Naro Siregar raih medali perunggu changquan, menjadi medali pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nag...
Raphinha Hattrick ke Sevilla, Kontrak Diharapkan Diperpanjang hingga 2030
Raphinha bukukan hat-trick ke Sevilla dan catatan Opta menunjukkan ia melewati rekor Messi; Deco sebut negos...