Dinkes Sumut Imbau Penerima MBG Periksa Makanan
Medan — Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, HM Faisal Hasrimy, mengimbau seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lebih teliti sebelum mengonsumsi makanan. Imbauan itu disampaikan pada Kamis (10/9) untuk mencegah risiko keracunan pangan dengan memperhatikan batas waktu konsumsi, perubahan warna, dan bau makanan.
Ajakan berhati-hati bagi penerima manfaat
Faisal menegaskan bahwa makanan yang telah melewati batas waktu penyajian atau menunjukkan tanda-tanda tidak layak konsumsi sebaiknya tidak dikonsumsi. Tujuannya untuk melindungi anak-anak dan penerima manfaat lain dari gangguan kesehatan akibat makanan terkontaminasi.
"Kepada anak-anak kami penerima manfaat, kami mengimbau agar tetap teliti mengonsumsi makanan. Jika melewati batas jamnya, berubah warna atau berbau, sebaiknya jangan dikonsumsi,"
Penguatan pembinaan dapur SPPG
Selain imbauan kepada penerima, Dinas Kesehatan Sumut memperketat pembinaan terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Edukasi diberikan kepada penjamah makanan, disertai pendampingan hingga penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Faisal menegaskan bahwa seluruh petugas dapur wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) mulai dari tata kelola penjamah, proses pengolahan, pemorsian, hingga menjaga kebersihan saat menyiapkan makanan. Ia juga meminta agar petugas saling mengingatkan agar SOP benar-benar dijalankan.
"Seluruh petugas di SPPG harus saling mengingatkan satu sama lain agar SOP yang telah disampaikan benar-benar dijalankan,"
Pemeriksaan kesehatan bagi petugas
Faisal menyampaikan Dinas Kesehatan Sumut siap bekerja sama melakukan pemeriksaan kesehatan gratis terhadap seluruh petugas dan penjamah makanan apabila ditemukan indikasi yang perlu penanganan lebih lanjut. Pernyataan ini menunjukkan langkah proaktif pemerintah daerah dalam menjaga mutu dan keamanan pangan program MBG.
"Kami siap berkolaborasi apabila ada temuan yang membutuhkan cek kesehatan gratis bagi seluruh petugas dan penjamah makanan di SPPG,"
Selain edukasi dan sertifikasi, pengawasan berkala dan pelaporan cepat terhadap dugaan gangguan makanan diharapkan dapat menekan risiko kejadian luar biasa terkait pangan. Upaya ini penting agar manfaat program MBG tetap optimal dan aman bagi anak-anak serta kelompok rentan lainnya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,7 kg Narkotika, Serukan 'Perang' Terhadap Narkoba
Polres Aceh Tenggara memusnahkan 4,7 kg narkotika (90,97 g sabu, 4.631,45 g ganja) dan menyerukan perang ter...
Polrestabes Medan Tangkap Dua Penjual Sabu di Medan Polonia
Polrestabes Medan menangkap dua penjual sabu di Medan Polonia dan menyita empat paket sabu; keduanya kini di...
Manajer Toko di Medan Didakwa Buat QRIS Palsu, Rugikan Rp441,4 Juta
Manajer The Exclusive Tailor di Medan didakwa membuat QRIS palsu; kerugian pemilik toko mencapai Rp441,4 jut...
Taput Percepat Pengaspalan dan Rehabilitasi Jembatan di Sipahutar
Pemkab Tapanuli Utara percepat pengaspalan dan rehabilitasi jembatan di Sipahutar, didukung TNI AD dan tokoh...
PWI Samosir dan Kejari Sepakat Perkuat Sinergi Program
PWI Kabupaten Samosir dan Kejari Samosir sepakat memperkuat sinergi program saat audiensi di Aula Kejari, 10...
BKMT Sumut Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Silaturahmi Pengurus Perempuan
BKMT Sumut menggelar Maulid Nabi 1448 H dan silaturahmi pengurus perempuan di Masjid Nurul Islam, Medan, unt...