Febiola Korban Keracunan MBG Karo Dinyatakan Medis Normal
Medan — Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, HM Faisal Hasrimy, menyatakan kondisi Febiola, salah satu korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, telah normal secara medis berdasarkan pemeriksaan di RS Haji Medan dan RSUP H. Adam Malik. Pernyataan disampaikan pada Kamis (10/9) saat evaluasi penanganan pascakejadian, dengan fokus saat ini pada pemulihan psikologis anak tersebut.
Kondisi medis dan penilaian
Faisal menjelaskan bahwa pemeriksaan EEG dan asesmen psikiatri menunjukkan hasil yang baik. Secara organik dan neurologis, tidak ditemukan kelainan signifikan sehingga dinyatakan normal seperti anak-anak pada umumnya.
"Yang benar, hasil asesmen kami menunjukkan Febiola sudah normal seperti anak-anak pada umumnya. Yang masih kami tangani adalah traumanya," tegas Faisal.
Pemulihan psikologis dan dampak sosial
Meski secara medis normal, Febiola masih mengalami efek traumatis. Dinas Kesehatan mencatat perubahan perilaku; anak yang sebelumnya tertutup kini lebih periang dan mulai aktif berkomunikasi, namun mudah resah akibat sorotan publik dan perdebatan di media sosial.
"Bahkan tadi pagi dia sudah tidak mau difoto lagi oleh siapa pun. Itu bagian dari traumanya, sehingga anak ini memang membutuhkan waktu untuk pulih," ujar Faisal.
Tindakan Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan Sumatera Utara telah mengerahkan tim perlindungan anak yang melibatkan psikolog untuk mendampingi proses pemulihan. Tim juga melakukan komunikasi berkala dengan keluarga dan pasien untuk memantau respons dan kebutuhan lanjutan.
- Pendampingan psikologis oleh tim perlindungan anak
- Pemeriksaan lanjutan dan kontrol rutin di rumah sakit
- Koordinasi pembiayaan penanganan dengan Badan Gizi Nasional
Sekolah dan respons pasien
FaisiI menyebutkan bahwa Febiola telah kembali bersekolah dan tetap menjalani kontrol rutin. Tim mencatat kemampuan berkomunikasi yang baik; beberapa hari lalu Febiola bahkan menunjukkan video singkat berbahasa Jepang saat berinteraksi dengan petugas kesehatan.
Evaluasi program gizi
Sehubungan dengan kejadian ini, Dinas Kesehatan Sumut menegaskan otoritasnya dalam memberikan rekomendasi terkait penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk sertifikasi Sanitasi Laik Higiene (SLHS) dan evaluasi aspek kesehatan lingkungan. Pembiayaan penanganan korban dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan pemulihan dan meneruskan evaluasi tata kelola program gizi. Fokus jangka pendek tetap pada pemulihan psikologis korban, sementara evaluasi sistemik diarahkan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPC BMP Nias Utara Periode 2026–2029 Resmi Dilantik
DPC Barisan Merah Putih (BMP) Nias Utara periode 2026–2029 dilantik di Lahewa, Sabtu (31/10), dengan harapan...
STAIN Madina Wisudakan 519 Sarjana dalam Sidang Senat Terbuka
STAIN Mandailing Natal mewisudakan 519 mahasiswa pada 31 Oktober; pesan tentang ilmu, akhlak, dan kesiapan m...
20 Siswa SMP Kunjungi Kantor Wali Kota Medan, Duduk di Kursi Wali Kota
Tiga siswa jadi Wali Kota Pelajar dan 20 siswa SMP mengikuti kunjungan ke Kantor Wali Kota Medan untuk belaj...
Rico Waas Lantik Erisda Hutasoit: Jaga Jembatan Eksekutif-Legislatif
Wali Kota Medan melantik Erisda Hutasoit sebagai Sekretaris DPRD dan meminta peran aktif untuk menjaga komun...
Arianda Tanjung Raih Lima Penghargaan Jurnalistik 2026
Dr. Arianda Tanjung meraih lima penghargaan jurnalistik hingga Oktober 2026, termasuk Anugerah Jurnalistik K...
Wali Kota Tanjungbalai Perkuat Kemitraan untuk Penataan Jalan Asahan
Wali Kota Tanjungbalai pimpin rapat sinergi dengan OPD dan pengusaha untuk menata Jalan Asahan jadi kawasan...