Olahraga

Putri Leonor Sindir Janji Botak Ferran Torres Usai Kemenangan Spanyol

Bagikan:
Putri Leonor dan Ferran Torres di Istana Zarzuela merayakan juara Piala Dunia 2026

Putri Mahkota Spanyol, Putri Leonor, menyorot janji pribadi striker Ferran Torres dalam momen singkat usai perayaan gelar juara Piala Dunia 2026 di Istana Zarzuela, Madrid. Percakapan itu terjadi saat penyambutan resmi timnas Spanyol usai parade kemenangan dan langsung viral di media sosial karena menyentil janji Torres sebelum turnamen.

Percakapan singkat yang viral

Di depan anggota kerajaan dan skuad La Roja, Putri Leonor tiba-tiba menanyakan janji yang pernah diucapkan Torres sebelum Piala Dunia. Pertanyaan itu memicu tawa dan jadi bahan perbincangan warganet setelah video momen tersebut beredar luas.

"Bukankah kamu tadinya berniat mencukur habis rambutmu (botak)?"

"Tidak, tidak,"

Jawaban singkat Torres disambut tawa ringan. Reaksi mereka mencerminkan suasana hangat dan akrab saat agenda kenegaraan, setelah perjuangan panjang membawa Spanyol meraih gelar dunia kedua.

Janji-janji selebrasi para pemain

Candaan Putri Leonor merujuk pada pengakuan Torres yang sempat menyatakan akan mencukur habis rambutnya jika Spanyol juara. Namun setelah trofi tiba, ia memilih mempertahankan gaya rambutnya. Sementara itu, beberapa rekan setim memang menepati atau merencanakan nazar unik mereka.

  • Marc Cucurella, Alex Baena, Borja Iglesias, dan Yeremy Pino dikabarkan akan membuat tato bergambar pelatih Luis de la Fuente.
  • Lamine Yamal berjanji memelihara jenggot dan kumis selama tiga pekan serta menggelar undian 100 headphone untuk penggemar.
  • Gavi dan Pedri dikabarkan akan mewarnai rambut mereka dengan warna mencolok sebagai bentuk perayaan.

Konteks kemenangan dan prospek

Spanyol memastikan gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 lewat gol tunggal Ferran Torres. Kemenangan itu menandai gelar dunia kedua bagi La Roja dan memicu perayaan besar di jalanan Madrid sebelum kunjungan ke Istana Zarzuela.

Interaksi ringan antara anggota keluarga kerajaan dan pemain menambah sentuhan humanis pada perayaan resmi. Momen-momen seperti ini biasanya memperkuat hubungan tim dengan publik dan memberi warna berbeda pada prosesi kenegaraan olahraga.

Setelah perayaan, publik kini menantikan realisasi janji-janji selebrasi pemain serta bagaimana tim menatap agenda kompetisi berikutnya.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait