Bobby Nasution Dorong Kolaborasi Pengadaan Material untuk Tekan Harga
MEDAN — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mendorong skema kolaborasi pengadaan material bangunan dalam jumlah besar untuk menekan harga dan mempercepat proses administrasi rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Usulan itu disampaikan saat diskusi dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade dan asosiasi pengembang perumahan se-Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Sabtu (26/9) malam.
Skema pengadaan kolektif lewat BUMD
Bobby menawarkan mekanisme pembelian kolektif material seperti semen dengan menggabungkan kebutuhan pemerintah dan pengembang. Tujuannya adalah memanfaatkan skala besar untuk memperoleh potongan harga dari distributor.
Ia menilai pembelian bersama dapat menekan biaya produksi perumahan sehingga harga jual rumah subsidi menjadi lebih terjangkau bagi MBR.
"Kalau untuk harga bahan material, kami coba tawarkan cara yang mungkin bisa kita atasi bersama. Jadi memang kita harus kolaborasi, agar harga itu (material bangunan) bisa lebih murah, bagaimana jumlah pembeliannya dalam skala besar, jadi ada potongan."
Bobby menjelaskan pengadaan itu bisa difasilitasi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pemerintah provinsi akan menghimpun kebutuhan material, lalu disampaikan ke distributor bersama kebutuhan pengembang agar mendapat diskon volume.
"Jadi nanti pemerintah misalnya membutuhkan material, kita sampaikan ke distributor berapa kebutuhannya. Ditambah dengan kebutuhan para perusahaan pengembang perumahan."
Mempercepat administrasi rumah subsidi
Selain masalah harga material, Bobby menegaskan Pemprov Sumut akan mendorong kemudahan administrasi untuk rumah subsidi. Upaya ini mencakup percepatan pengurusan sertifikat dan sinkronisasi antara pemerintah daerah, perbankan, serta BUMD.
"Intinya semua pihak terkait harus saling bantu, termasuk perbankan, BUMD, pemerintah daerah, dan lainnya, untuk menyelesaikan masalah. Karena ini program nasional."
Respon DPR dan pelaku industri
Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai langkah ini penting untuk menjaga iklim investasi sektor perumahan di Sumut dan mendukung target pemerintah pusat memperluas penyediaan rumah subsidi di seluruh Indonesia.
Andre juga memuji konsistensi Bobby dalam membawa pembangunan ke wilayah yang selama ini kurang tersentuh. Dia memastikan DPR akan terus mengawal agar program berjalan optimal.
Langkah berikutnya
Diskusi yang diawali dengan makan bersama dihadiri pimpinan asosiasi pengembang, jajaran BUMD Sumut, dan pejabat terkait. Rencana teknis penggabungan kebutuhan dan mekanisme pengadaan melalui BUMD menjadi agenda lanjutan yang perlu dirinci melalui pertemuan antar-pemangku kepentingan.
Jika terealisasi, skema ini berpotensi menurunkan biaya material dan mempercepat realisasi program sejuta rumah untuk MBR di Sumatera Utara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Dedi Iskandar Tampung Keluhan Warga Kampung Pajak di Reses
Dedi Iskandar menggelar reses di Desa Kampung Pajak (21/9) dan menampung keluhan soal iuran koperasi serta k...
Diskop Medan: Belum Ada Pemberitahuan Resmi RAT KPUM, Direncanakan Oktober
Diskop Medan menyatakan belum terima surat resmi RAT KPUM; RAT disebut direncanakan Oktober karena laporan k...
Polres Langsa Bongkar Jaringan Sabu 46,6 Kg dari Malaysia
Polres Langsa dan Bea Cukai ungkap sabu 46,6 kg dari Malaysia; satu tersangka mahasiswa ditangkap 18 Septemb...
DPRA Minta Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati
DPRA mendesak penyelidikan tuntas kematian mahasiswa Poltekpel Malahayati; polisi masih menunggu hasil pemer...
Aceh Raya Bawa Delegasi ke Rapimnas FORKONAS Dorong Pembentukan CDOB
Bupati dan Ketua DPRK Aceh Besar bersama delegasi CDOB Aceh Raya hadiri Rapimnas FORKONAS di Jakarta 28 Sept...
Organda Dukung Angkutan Pelajar Gratis untuk Kurangi Putus Sekolah
Organda Medan mendukung angkutan pelajar gratis untuk tingkatkan akses pendidikan, keselamatan, dan meringan...