Olahraga

Kemenpora Pacu Pembinaan Jangka Panjang Menuju Olimpiade 2028

Bagikan:
Kemenpora dorong pembinaan atlet jangka panjang menuju Olimpiade 2028

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan akan memperkuat pembinaan atlet jangka panjang sebagai strategi meningkatkan prestasi internasional, kata Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Surono pada Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) NOC Indonesia di Jakarta, Senin, 21 Juli 2026. Langkah itu mencakup pemusatan latihan nasional berjangka panjang dan skema pendanaan multiyears untuk mendukung persiapan menghadapi Asian Games 2026, SEA Games 2027, dan Olimpiade 2028.

RALB dan penguatan tata kelola NOC

Surono menilai RALB menjadi momen penting memastikan seluruh proses organisasi berjalan sesuai mekanisme. Menurutnya, NOC Indonesia konsisten menerapkan tata kelola yang baik untuk menjaga stabilitas organisasi.

"Hal ini membuat NOC Indonesia mampu menjaga stabilitas, solidaritas, dan kredibilitasya,"

Ia menekankan kolaborasi antara pemerintah, NOC Indonesia, cabang olahraga, dan pemangku kepentingan sebagai fondasi ekosistem olahraga nasional. Sinergi ini dinilai krusial untuk mendorong peningkatan prestasi di ajang internasional.

Pembinaan jangka panjang dan pendanaan

Kemenpora menekankan bahwa prestasi butuh proses yang terstruktur dan berkelanjutan. Surono mengatakan pembinaan tidak bisa hanya bersifat jangka pendek.

"Prestasi membutuhkan proses pembinaan jangka panjang dan terstruktur,"

Untuk itu, kementerian mendorong pemusatan latihan nasional bagi cabang unggulan dan pengalokasian dana multiyears. Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem pembinaan yang profesional dan fokus pada target jangka panjang.

  • Pengembangan kemampuan dasar
  • Peningkatan kualitas teknik
  • Pembentukan kekuatan mental bertanding

Persiapan Asian Games 2026 semakin krusial

Surono mengingatkan bahwa persiapan menuju Asian Games 2026 kini memasuki fase krusial karena pelaksanaan tinggal sekitar dua bulan. Pemerintah dan pemangku kepentingan telah meninjau kesiapan cabang-cabang olahraga untuk mengatasi kendala teknis yang masih ada.

"Kondisi tersebut menuntut persiapan yang lebih matang, terukur, dan berkelanjutan,"

Beberapa target diharapkan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui langkah-langkah terukur dan perbaikan teknis yang cepat.

Respons NOC Indonesia

Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyatakan prioritas mereka adalah memperkuat persiapan menghadapi rangkaian ajang internasional. Okto membagi agenda menjadi dua: strategis dan taktis.

"Agenda kami terbagi dua yaitu agenda strategis dan agenda taktis,"

"Agenda taktis karena masih banyak kegiatan yang akan diikuti seperti Asian Games, Youth Olympic Games dan SEA Games di Malaysia."

Okto mengapresiasi dukungan pemerintah dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara Kemenpora, NOC, dan cabang olahraga agar target prestasi dapat tercapai.

"Kolaborasi, sinergi, dan kerja sama menjadi hal yang sangat penting,"

"Persiapan menuju Asian Games harus terus kita lakukan bersama agar atlet Indonesia bisa tampil maksimal."

Kesimpulannya, Kemenpora dan NOC Indonesia menegaskan komitmen bersama memperkuat pembinaan jangka panjang dan pendanaan berkelanjutan. Langkah ini dipandang vital untuk meningkatkan daya saing atlet Indonesia pada Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait