Kemenpar Dorong Olahraga Berbasis Budaya Jadi Sport Tourism
Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan olahraga yang berpadu dengan budaya menjadi sport tourism untuk menarik wisatawan dan memperkuat daya tarik destinasi. Pernyataan itu disampaikan Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis, Fajar Hutama, saat menghadiri acara "Gerak Peduli NTT – Ikan Nae di Pante" di Jakarta, Minggu, 27 September 2026.
Kemenpar lihat potensi budaya dikombinasikan dengan olahraga
Fajar menilai Indonesia kaya ragam budaya yang bisa dikreasikan menjadi aktivitas olahraga unik. Kombinasi itu dinilai mampu menghadirkan atraksi baru sekaligus memperkuat identitas destinasi wisata.
Kita memiliki banyak sekali ragam budaya yang bisa dikreasikan sedemikian rupa, dikombinasikan dengan aktivitas olahraga sehingga menjadi atraksi dan kegiatan yang sangat menarik juga dan bisa menjadi daya tarik pariwisata.
Ia menegaskan pemerintah terus mendorong pengembangan pariwisata olahraga sebagai salah satu strategi peningkatan kunjungan dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Gerak Peduli NTT: olahraga, seni, dan solidaritas
Kegiatan "Gerak Peduli NTT – Ikan Nae di Pante" tidak hanya menampilkan olahraga dan kesenian, tetapi juga mengusung pesan kemanusiaan untuk membantu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak musibah.
Gerak Peduli NTT – Ikan Nae di Pante bukan sekedar kegiatan olahraga dan seni budaya. Tetapi merupakan gerakan solidaritas dan kepedulian dari keluarga besar FOKBI untuk saudara-saudara kita di NTT,
pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI), Sapta Nirwandar. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi krisis di NTT.
Pertunjukan budaya dan penggalangan donasi
Acara dimeriahkan dengan pertunjukan musik tradisional Sasando oleh Berto Pah, yang menonjolkan kekayaan budaya NTT sebagai bagian dari pesan solidaritas. Selain penampilan seni, FOKBI membuka penggalangan donasi untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak.
Seluruh hasil donasi akan disalurkan langsung kepada warga terdampak musibah di NTT, menurut panitia. Dukungan dari berbagai pihak juga disebut memperkuat semangat gotong royong demi pemulihan cepat wilayah tersebut.
Implikasi dan langkah ke depan
Pengembangan pariwisata berbasis olahraga yang memadukan unsur budaya dinilai memberi peluang ekonomi baru bagi daerah. Pemerintah berharap pendekatan ini dapat direplikasi di berbagai daerah sehingga sektor pariwisata kembali tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan lokal.
Dengan menggabungkan atraksi budaya dan aktivitas olahraga, para pemangku kepentingan berharap munculnya destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Fadli Zon Siapkan 30 Ribu Buku untuk Perpustakaan Danantara
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan 30 ribu buku untuk memperkaya Perpustakaan Danantara Museum Nasional...
KPAI: Standar MBG Balita Harus Disesuaikan dengan Usia
KPAI minta standar MBG balita disesuaikan usia dan tumbuh kembang agar nutrisi aman, tepat, dan bermanfaat b...
MBG-JICA Pilot: Uji Konsep Makan Sekolah ala Jepang
BGN dan JICA uji MBG-JICA Pilot dengan pendekatan shokuiku Jepang untuk menjadikan makan sekolah sebagai med...
Ratusan Siswa Dirawat, BGN Suspen SPPG Magersari 2 Selama 30 Hari
BGN mencopot kepala SPPG Magersari 2 dan menyuspensi operasional selama 30 hari setelah 105 siswa dan 8 guru...
Hari Bhakti Postel: Sejarah Pengambilalihan Jawatan PTT 27 September
27 September diperingati sebagai Hari Bhakti Postel untuk mengenang pengambilalihan Jawatan PTT dari Jepang...
27 September 2026: 5 Peringatan, dari Hari Bhakti Postel hingga Hari Sungai
27 September 2026 memperingati lima momentum: Hari Bhakti Postel, HUT Kota Palu, Hari Pariwisata, Hari Tuli,...