KemenPPPA Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan program Kebun Pangan Perempuan pada 27 September 2026 di Jakarta untuk menjadikan perempuan penggerak ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi keluarga.
Program dan tujuan
Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan pangan lokal dan membuka peluang ekonomi bagi perempuan di berbagai daerah. Tujuan utamanya adalah memastikan keluarga memiliki akses pangan berkelanjutan sekaligus memberdayakan perempuan sebagai pelaku utama.
"Kebun Pangan Perempuan adalah gerakan mengembalikan alam sebagai sumber pangan lokal bagi kehidupan keluarga. Sekaligus mendorong afirmasi peran perempuan sebagai pelaku utama yang menghidupkan kembali pengetahuan pangan lokal,"
pernyataan Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menjelaskan fokus program pada kemandirian pangan serta pelestarian pengetahuan lokal.
Percontohan dan rencana pengembangan
Program percontohan telah dijalankan di 10 desa di Nusa Tenggara Timur, memanfaatkan sekitar 650 hektare lahan. Hasil awal menunjukkan potensi pemulihan pangan lokal dan sumber pendapatan keluarga.
Pengembangan selanjutnya direncanakan ke Maluku Utara setelah keputusan perhutanan sosial terbit dan lahan diserahkan kepada kelompok perempuan. Pemerintah menargetkan perluasan dalam tiga tahun ke depan.
Kolaborasi dan bentuk dukungan
Kementerian PPPA menyebut kolaborasi lintas lembaga sebagai kunci pelaksanaan. Dukungan yang disiapkan meliputi penyediaan bibit, akses air bersih, dan pendampingan teknologi pertanian.
- Penyediaan bibit yang sesuai pangan lokal.
- Akses air bersih untuk irigasi lahan kecil.
- Dukungan teknologi dan pelatihan budidaya serta pemasaran.
Langkah ini juga mencakup pemberdayaan ekonomi perempuan melalui akses pasar dan pelatihan manajemen usaha skala rumah tangga.
Pentingnya gizi dan peran perempuan
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Hamid Sangadji, menekankan peran perempuan dalam memastikan keluarga mengonsumsi makanan bernutrisi.
"Kami memiliki gerakan B2SA, yaitu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman. Karena gizi itu sangat berkorelasi dengan tingkat kesehatan dan tumbuh kembang manusia,"
Hamid menambahkan bahwa pemenuhan gizi kelompok rentan perlu mendapat perhatian khusus agar kebutuhan energi dan nutrisi terpenuhi melalui pola makan seimbang.
Implikasi dan prospek
Dengan memperluas Kebun Pangan Perempuan, pemerintah berharap tercipta sinergi antara ketahanan pangan, kesehatan keluarga, dan peningkatan ekonomi perempuan di tingkat lokal.
Program ini berpotensi memperkuat kemandirian perempuan sekaligus membuka ruang partisipasi mereka dalam pembangunan ekonomi daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Fadli Zon Siapkan 30 Ribu Buku untuk Perpustakaan Danantara
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan 30 ribu buku untuk memperkaya Perpustakaan Danantara Museum Nasional...
KPAI: Standar MBG Balita Harus Disesuaikan dengan Usia
KPAI minta standar MBG balita disesuaikan usia dan tumbuh kembang agar nutrisi aman, tepat, dan bermanfaat b...
MBG-JICA Pilot: Uji Konsep Makan Sekolah ala Jepang
BGN dan JICA uji MBG-JICA Pilot dengan pendekatan shokuiku Jepang untuk menjadikan makan sekolah sebagai med...
Ratusan Siswa Dirawat, BGN Suspen SPPG Magersari 2 Selama 30 Hari
BGN mencopot kepala SPPG Magersari 2 dan menyuspensi operasional selama 30 hari setelah 105 siswa dan 8 guru...
Hari Bhakti Postel: Sejarah Pengambilalihan Jawatan PTT 27 September
27 September diperingati sebagai Hari Bhakti Postel untuk mengenang pengambilalihan Jawatan PTT dari Jepang...
27 September 2026: 5 Peringatan, dari Hari Bhakti Postel hingga Hari Sungai
27 September 2026 memperingati lima momentum: Hari Bhakti Postel, HUT Kota Palu, Hari Pariwisata, Hari Tuli,...