Lokal

Kebakaran Hebat Lalap 4 Ruko di Siantar, Angin Kencang Hambat Pemadaman

Bagikan:
Kebakaran empat ruko di Siantar dengan api besar dan asap tebal

Pematangsiantar — Empat unit ruko di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, dilalap api pada Sabtu malam (22/8). Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dan diduga cepat membesar karena angin kencang serta barang yang mudah terbakar seperti perabotan, ambal, dan tikar.

Kronologi kejadian

Saksi di lokasi menyebut api mulai berkobar sekitar pukul 22.00 WIB. Api dengan cepat menjalar ke ruko yang menjual perabotan rumah tangga dan tikar, sehingga bahan yang mudah terbakar mempercepat penyebaran.

Upaya pemadaman

Tim Pemadam Kebakaran Kota Pematangsiantar menurunkan 8 unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran. Selain itu, bantuan datang dari luar kota, yakni 2 unit mobil dari Pemkab Simalungun, 1 unit water Cannon dari Brimob, dan 2 unit mobil pemadam dari STTC.

Meski armada cukup banyak, petugas masih kesulitan mengendalikan api karena hembusan angin yang kuat dan konten ruko yang mudah terbakar. Hingga pukul 00.00 WIB pada Minggu dini hari, api masih terlihat berkobar di lokasi.

Korban dan kerugian

Sampai laporan ini disusun, data resmi mengenai jumlah korban jiwa, korban luka, dan besaran kerugian material belum dirilis pihak berwenang. Proses pendataan dan penilaian kerusakan masih berlangsung.

Dampak dan langkah selanjutnya

Kebakaran ini memicu antrean kendaraan pemadam dan aktivitas evakuasi di sekitar Jalan Bandung. Warga di sekitar lokasi diimbau tetap menjauh demi keselamatan dan untuk memudahkan akses petugas.

Pihak terkait akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kebakaran serta menghitung kerugian materi. Informasi resmi diharapkan segera disampaikan oleh instansi berwenang.

Catatan: Barang dagangan yang mudah terbakar dan kondisi angin menjadi faktor yang memperparah situasi, sehingga upaya pemadaman memerlukan koordinasi lintas instansi.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait