Kazakstan Juara Umum Kejuaraan Asia U-17 & U-19 Pentathlon 2026
Kazakstan keluar sebagai juara umum Kejuaraan Asia U-17 & U-19 Modern Pentathlon 2026 setelah merebut dua medali emas pada hari terakhir, Sabtu 16 Mei 2026, di Kompleks Olahraga Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta. Tambahan emas dari kategori Mixed Relay U-17 dan Mixed Relay U-19 membuat kontingen ini menutup kejuaraan dengan total tujuh medali emas.
Hasil dan rincian lomba
Pada nomor Mixed Relay U-17, duet Kazakstan Selina Akhmedina dan Tamirlan Tulegenov merebut posisi pertama dengan skor tertinggi 1.230 poin. Sementara di kategori Mixed Relay U-19, pasangan Diana Chshedrova dan Erasyl Artykbay mempersembahkan emas setelah mencatat 2.329 poin.
Posisi klasemen akhir menempatkan Kazakstan di puncak dengan tujuh emas. Uzbekistan menempati peringkat kedua dengan satu medali emas.
| Negara | Emas |
|---|---|
| Kazakstan | 7 |
| Uzbekistan | 1 |
Pujian untuk penyelenggaraan
Panitia penyelenggara, Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI), mendapat pujian dari federasi internasional maupun peserta. Leonid Zimarev, Direktur Turnamen sekaligus perwakilan UIPM, memuji profesionalisme panitia.
"Sungguh kejuaraan luar biasa diperlihatkan panitia sepanjang event," ujar Leonid.
"Kemasan dan tempat kejuaraan sangat rapi dan menyenangkan. Semoga modern pentathlon Indonesia akan terus berkembang dan melahirkan atlet hebat modern pentathlon Indonesia."
Komentar serupa datang dari perwakilan AMPC, Liu Shen Teng, yang menyoroti aspek hospitality dan transportasi.
"Kita berharap modern pentathlon Asia dan juga Indonesia kian berkembang untuk melahirkan atlet super yang dapat bersaing ke level dunia," ucap Liu.
Respon PP MPI dan prospek ke depan
Ketua Umum PP MPI, Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo, menyatakan syukur atas apresiasi tersebut dan menilai pujian internasional sebagai modal penting bagi kemajuan cabang olahraga ini di Indonesia.
"Pujian UIPM dan AMPC menjadi modal berharga dan motivasi untuk kita," ujar Purwoko.
"Kita ke depan dapat membidik kejuaraan internasional yang lebih tinggi, dan semoga atlet Indonesia juga terangkat motivasi mereka untuk terus berlatih keras mencetak prestasi membanggakan untuk Indonesia."
Keberhasilan penyelenggaraan di AAU Yogyakarta dinilai memberi dampak positif jangka panjang. Selain mengangkat citra penyelenggaraan, event ini juga menjadi tolok ukur kesiapan atlet muda Asia menuju kompetisi tingkat dunia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pratama Arhan Resmi Gabung Persija, Sektor Kiri Makin Kuat
Persija resmi kontrak Pratama Arhan tiga musim untuk musim 2026-2027, memperkuat sektor kiri dengan mobilita...
Sinner Melaju ke Perempat Final Wimbledon 2026
Jannik Sinner melaju ke perempat final Wimbledon 2026 usai menundukkan Shintaro Mochizuki 6-3, 7-6(0), 6-3;...
Kejurnas Woodball 2026 di Jakarta Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah
Kejurnas Woodball 2026 dibuka di Lapangan Banteng, Jakarta, diikuti 223 atlet dari 16 provinsi; IWBA gratisk...
Indonesia Kalah Tipis 2-3 dari Kazakstan di AVC U-18
Indonesia kalah tipis 2-3 dari Kazakstan di laga klasifikasi AVC U-18 2026 di Thailand, gagal amankan posisi...
Desak Made Klarifikasi: Pernyataannya Bukan Kritik kepada Pihak Tertentu
Desak Made klarifikasi usai raih emas di Krakow 2026; tegas pernyataannya bukan kritik, melainkan ungkapan t...
Kelompok Netra Apresiasi DEBAR Piala Dunia di Makassar
Kelompok netra di Makassar mengapresiasi DEBAR Piala Dunia 2026 yang menyediakan siaran dengan deskripsi aud...