AI dan Digitalisasi Harus Jadi Kapabilitas Negara
Pemerhati menilai transformasi digital dan kecerdasan buatan harus menjadi kapabilitas strategis negara. Pernyataan itu disampaikan Wibawanto Nugroho Widodo dalam focus group discussion Institut Peradaban di Jakarta, Rabu, 30 September 2026. Ia menekankan perlunya penguatan kemampuan digital nasional untuk mendukung pengambilan keputusan, keamanan, dan daya saing.
Digital sebagai kapasitas Negara
Wibawanto memposisikan transformasi digital bukan sekadar pembangunan aplikasi atau infrastruktur. Menurutnya, negara perlu kemampuan mengelola data dan memahami informasi agar keputusan bisa diambil lebih cepat dan tepat. Hal ini penting untuk merespons perubahan lingkungan strategis yang kian dinamis.
Transformasi digital dan kecerdasan buatan bukan sekadar agenda teknologi. Keduanya semakin menjadi bagian dari kapabilitas negara
Tantangan prioritas
Wibawanto menyebut beberapa elemen yang harus diperkuat secara simultan. Pertama, pengambilan keputusan berbasis data. Kedua, penguatan keamanan siber untuk melindungi data dan infrastruktur kritis. Ketiga, pengembangan sumber daya manusia digital yang kompeten dan bertanggung jawab dalam pemanfaatan AI.
- Penguasaan data dan analitik
- Keamanan siber dan proteksi infrastruktur
- Pengembangan SDM digital dan etika penggunaan AI
- Integrasi teknologi dalam kebijakan strategis
Dampak terhadap kebijakan publik
Ia mengingatkan perubahan lingkungan geopolitik, ekonomi, rantai pasok, energi, dan pangan membuat ketergantungan pada sistem digital semakin besar. Oleh sebab itu teknologi harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional dan diintegrasikan dengan kebijakan lain untuk menciptakan kapabilitas strategis negara.
Dari program ke hasil
Wibawanto juga mengaitkan transformasi digital dengan perubahan paradigma tata kelola. Menurutnya, pemerintah perlu bergerak dari program-based government menuju results-based government. Keberhasilan transformasi tidak cukup diukur dari jumlah platform atau program, tetapi dari dampaknya terhadap kualitas keputusan, pelayanan publik, dan keamanan nasional.
Yang dibangun bukan hanya sistem digital, tetapi kemampuan negara memahami informasi lebih cepat. Negara juga harus mengambil keputusan lebih tepat dan merespons perubahan secara adaptif
Prospek dan rekomendasi
Untuk mewujudkan visi tersebut, Wibawanto menekankan perlunya sinergi antara pembangunan infrastruktur, kebijakan, dan pengembangan SDM. Pendekatan ini harus mencakup regulasi yang jelas, investasi pada keamanan siber, serta pelatihan berkelanjutan bagi tenaga digital. Tanpa langkah terkoordinasi, transformasi berisiko berhenti pada sekadar digitalisasi teknis dan gagal menghasilkan kapabilitas nasional yang dibutuhkan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Apa Itu Black Hole? Fakta Ilmiah dan Penjelasan NASA
Ringkasan definisi black hole, event horizon, accretion disk, dan cara astronom mengamatinya menurut penjela...
Pemeriksaan Ci Mehong Soroti Bahaya Manipulasi Konten Digital
Pemeriksaan Ci Mehong di Polda Metro menyoroti risiko manipulasi konten digital yang mengubah konteks dan me...
Pakar: Bahaya Autonomous Learning, Redesign Jadi Solusi
Teddy Mantoro memperingatkan bahaya autonomous learning pada AI dan mendorong redesign sistem, termasuk pend...
NASA Uji Cat Khusus Pemetaan Aliran Udara Sayap
NASA uji cat sensitif tekanan pada model sayap di Transonic Dynamics Tunnel untuk memetakan aliran udara dan...
Pesawat X-59 NASA Pecahkan Rekor, Capai Mach 1,53 dalam Uji Terbang
X-59 NASA mencatat enam penerbangan dalam seminggu dan kecepatan tertinggi Mach 1,53, meningkatkan total uji...
Sharp Perluas Lini Party Speaker dengan Phantom dan Core Blast
Sharp meluncurkan Phantom dan Core Blast Series pada 2 Oktober 2026, menawarkan opsi party speaker premium d...