Wamenkes: Kanker Darah Masuk 10 Besar Kanker di Indonesia
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwonokanker darah termasuk dalam 10 jenis kanker terbanyak di Indonesia berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) 2024. Ia menekankan bahwa tingginya angka kejadian bukan hanya statistik, melainkan berdampak langsung pada kehidupan pasien dan keluarga mereka.
Data kasus dan signifikansi
Dante menyebutkan ada sekitar 474.000 kasus kanker baru setiap tahun di Indonesia. Dari jumlah itu, kanker darah menonjol sebagai salah satu tantangan yang memerlukan perhatian khusus. Penempatan kanker darah dalam daftar 10 besar menandai kebutuhan untuk memperluas layanan diagnosis dan terapi.
Penyebab dan mekanisme
Wamenkes menjelaskan bahwa kanker darah berkaitan erat dengan gangguan pada sumsum tulang, yang berfungsi sebagai tempat produksi sel darah. Jika ada kesalahan produksi di dalam sumsum tulang, dapat muncul kelainan yang berkembang menjadi kanker darah dan berpotensi menyebabkan kematian.
"Di dalam tulang tersebut ada pabrik yang spesifik untuk memproduksi sel-sel darah. Kalau pabriknya mengalami kesalahan produk, maka akan timbul penyakit kanker darah yang bisa menyebabkan kematian," ucapnya.
Upaya pemerintah: layanan transplantasi dan RAN Kanker
Kementerian Kesehatan terus memperkuat strategi penatalaksanaan kanker melalui pengembangan layanan transplantasi sumsum tulang di rumah sakit. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas akses terapi bagi pasien yang membutuhkan.
Dante menegaskan peran Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker sebagai acuan terpadu penatalaksanaan kanker di seluruh Indonesia. Ia juga menyebutkan bahwa Rumah Sakit Kanker Dharmais telah mengembangkan layanan transplantasi sumsum tulang sebagai rujukan nasional.
"RAN kanker menjadi acuan untuk penatalaksanaan kanker di seluruh Indonesia," ujarnya. "Terkait hal tersebut, Rumah Sakit Kanker Dharmais telah menjadi rujukan nasional yang berperan besar dengan berbagai inovasi dan terobosannya."
Dampak pada pasien dan kebutuhan dukungan
Dante mengingatkan bahwa pasien adalah anggota keluarga—anak-anak, orang tua, dan saudara—yang mengalami perubahan hidup drastis akibat penyakit. Oleh karena itu, selain perawatan medis, dukungan psikososial dan akses layanan berkelanjutan diperlukan untuk menjaga kualitas hidup pasien.
"Mereka adalah anak-anak, orang tua, serta saudara kita yang kehidupannya berubah drastis. Karena itu, mereka membutuhkan penanganan serta dukungan yang berkelanjutan," kata Wamenkes.
Langkah ke depan
Pemerintah fokus memperkuat layanan klinis, memperluas fasilitas transplantasi, dan menerapkan RAN Kanker sebagai panduan nasional. Implementasi yang konsisten di rumah sakit rujukan dan daerah diharapkan dapat meningkatkan akses dan hasil pengobatan pasien kanker darah.
Penguatan layanan dan kebijakan terpadu menjadi kunci untuk mengurangi beban kanker darah serta memperbaiki kualitas hidup pasien di Indonesia.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Tangsel: Delapan Warga Positif Influenza A, Dinkes Perketat Pengawasan
Delapan warga Tangsel terkonfirmasi Influenza A (19 Ags–15 Sep 2026); Dinkes memperketat pengawasan dan imba...
Wamenkes Kirim Tim Usut Dugaan Guidewire Tertinggal di Jantung
Kemenkes kirim tim investigasi atas dugaan guidewire tertinggal di jantung pasien; penyelidikan dimulai sete...
Wamenkes: Transplantasi Sumsum Tulang Potensi Terapi Definitif
Wamenkes Dante: transplantasi sumsum tulang berpotensi terapi definitif untuk kanker darah; tantangan utama...
Wamenkes: Dharmais Selesaikan Transplantasi Sumsum Tulang untuk 10 Pasien
Wamenkes menyatakan RS Kanker Dharmais menuntaskan 10 transplantasi sumsum tulang, capaian dari tantangan pe...
Kemenkes Uji Sistem Rujukan JKN Berbasis Kompetensi Medis
Kemenkes uji sistem rujukan JKN berbasis kompetensi mulai 30 Sept 2026; penilaian rumah sakit berdasarkan ke...
Dharmais Perkuat Inovasi dan Riset Layanan Kanker
RS Kanker Dharmais perkuat kompetensi, riset, dan kemitraan untuk meningkatkan mutu layanan dan akses transp...