Olahraga

Kaká Kenang Momen Angkat Trofi Piala Dunia 2002 dan Saksikan Final 2026

Bagikan:
Kaká mengenang momen angkat trofi Piala Dunia 2002

Kaká, legenda Timnas Brasil dan pemenang Ballon d'Or 2007, mengenang puncak kariernya yaitu mengangkat trofi Piala Dunia 2002. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah acara yang digelar oleh Adidas, Minggu, 19 Juli 2026. Ia juga memberi komentar tentang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina serta menyorot mental pemain muda seperti Lamine Yamal dan kiprah Lionel Messi.

Kenangan Piala Dunia 2002: momen tak terlupakan

Kaká mengatakan pengalaman berada di skuad juara dunia merupakan berkah yang mengubah hidupnya. Meski hampir tak diturunkan sepanjang turnamen, ia tetap merasakan kebahagiaan luar biasa ketika Brasil menjadi juara.

"Mengangkat trofi itu adalah momen paling mendebarkan dalam hidupku,"

Ia mengungkapkan bahwa perjalanan emosional itu bermula dari masa kecil, saat menyaksikan kemenangan Brasil pada 1994 dan kemudian merasakan kekecewaan di final 1998. Kemenangan 2002 datang sebagai penebusan dan pelajaran berharga.

Panggilan Scolari dan peran di bangku cadangan

Kaká bercerita bagaimana pelatih Luiz Felipe Scolari memanggilnya untuk hadapi final melawan Jerman. Ia menunggu beberapa menit di pinggir lapangan namun tak sempat bermain lama.

"Scolari memanggilku, dan aku menunggu lima atau tujuh menit di pinggir lapangan, tapi bola tidak keluar dari lapangan. Saat pertandingan berakhir, aku hanya punya waktu untuk kembali ke bangku cadangan, mengambil bendera, dan mulai merayakan,"

Bukan rasa kecewa yang muncul, melainkan keyakinan bahwa pengalaman itu jadi titik balik karier. Selama 52 hari bersama skuad, ia belajar dari pemain-pemain terbaik dunia.

Pandangan soal final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina

Menjelang laga puncak, Kaká memuji karakter kedua tim. Ia melihat Spanyol sebagai tim yang percaya diri setelah perjalanan impresif menuju final. Sementara Argentina, menurutnya, unggul berkat mental juang yang tak kenal menyerah.

Kaká menilai semangat kolektif Albiceleste menjadi faktor kunci sehingga mereka bisa kembali tampil di partai puncak.

Perhatian pada Lamine Yamal dan pujian untuk Messi

Kaká memberi perhatian khusus pada pemain muda Spanyol, Lamine Yamal. Ia menekankan bahwa menjuarai Piala Dunia di usia muda bisa mengubah arah karier dan kehidupan pribadi seorang pemain.

"Di usia 19 tahun, ia bisa saja menjadi juara dunia besok. Hal itu bisa mengubah seluruh kariernya, juga kehidupan pribadinya,"

Selain itu, Kaká memuji Lionel Messi atas mentalitasnya. Meski telah meraih banyak gelar, Messi dinilai tetap termotivasi untuk bersaing hingga usia 39 tahun, dan itu menjadi teladan bagi pesepak bola lain.

"Dia sudah memenangkan segalanya, namun, melihatnya di usia 39 tahun tetap termotivasi untuk bersaing adalah sumber inspirasi,"

Melalui pengalamannya, Kaká menekankan bahwa momen besar seperti Piala Dunia memberi pelajaran hidup dan mampu membentuk karakter serta jalur karier seorang pemain.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait