Olahraga

Infantino Tetap Bertahan di Tengah Gelombang Kritik

Bagikan:
Gianni Infantino berbicara di hadapan pejabat FIFA saat pertemuan di Maroko

Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan tetap memegang jabatan setelah menggelar pertemuan tertutup dengan pejabat senior organisasi di Maroko, Kamis, 6 Agustus 2026. Pertemuan berlangsung berjam-jam di tengah desakan pengunduran diri terkait polemik komersial dan tuduhan politik. Infantino mengklaim dukungan mayoritas dari asosiasi anggota dan menegaskan tanggung jawabnya kepada seluruh anggota FIFA.

Pertemuan Maroko dan dukungan asosiasi

Infantino memimpin rapat yang berlangsung sekitar tujuh jam bersama jajaran pimpinan FIFA. Ia mengatakan mendapat dukungan kuat dari negara-negara di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan. Menurutnya, dukungan itu cukup meredam tekanan dari kelompok pengkritik yang vokal di publik.

"Saya bertanggung jawab kepada 211 asosiasi anggota FIFA," ujar Infantino pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Usai pertemuan, Infantino terlihat menghadiri pertandingan Piala Afrika Wanita bersama Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström. Pertemuan dan penampilan publik itu terjadi setelah muncul polemik terkait rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Kritik keras dari Luis Figo

Mantan pemain Portugal Luis Figo menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap kepemimpinan Infantino. Ia menilai tindakan presiden FIFA telah mencederai integritas jabatan dan menuntut pengunduran diri segera.

"Perilaku paling rendah, paling penuh tipu daya, dan paling pengecut yang didorong kepentingan pribadi. Dia harus pergi sekarang."

Pernyataan tersebut menambah tekanan publik terhadap tata kelola FIFA, sekaligus memicu pertanyaan dari mantan pemain dan pengamat terhadap arah organisasi.

Posisi Arsene Wenger

Arsene Wenger, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, mengambil jarak dari polemik komersial yang sempat muncul. Ia menegaskan tidak terlibat dalam rencana yang kemudian dibatalkan dan menekankan pentingnya transparansi serta integritas dalam setiap kebijakan organisasi.

"Saya sangat meyakini FIFA yang independen. Melayani permainan dengan komitmen, transparansi, dan integritas,"

Bantahan soal janji final Piala Dunia 2030

Beberapa laporan menyebut Infantino menjanjikan partai final Piala Dunia 2030 kepada Maroko sebagai balasan dukungan politik. FIFA langsung membantah klaim tersebut melalui pernyataan resmi institusi.

"Tidak benar dan menyesatkan jika diklaim Presiden FIFA membuat janji terkait final Piala Dunia 2030,"

Juru bicara organisasi menegaskan lokasi final akan ditentukan sesuai mekanisme resmi pada waktunya.

Opsi bagi penentang dan jadwal pemilihan

Kelompok yang menentang kepemimpinan Infantino masih memiliki beberapa jalur prosedural untuk mengajukan mosi atau menuntut perubahan. Pilihan ini bisa digunakan jika dukungan yang cukup berhasil dikumpulkan.

  • Meminta rapat darurat Dewan FIFA;
  • Mengusulkan Kongres Luar Biasa jika memperoleh dukungan yang diperlukan.

Proses pencalonan Presiden FIFA berikutnya tetap terbuka hingga 18 November 2026. Pemilihan yang dijadwalkan pada Maret mendatang diperkirakan menjadi momen penentu arah kepemimpinan sepak bola dunia.

Situasi ini menempatkan FIFA pada titik krusial antara upaya mempertahankan stabilitas internal dan tuntutan transparansi yang lebih besar dari publik dan para pemangku kepentingan.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait