Politik

Guruh Soekarnoputera Wafat di Jakarta, Seniman dan Politikus Berpulang

Bagikan:

Guruh Soekarnoputera meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Ia wafat pada usia 73 tahun, meninggalkan jejak panjang sebagai seniman, budayawan, dan politisi yang aktif di PDI Perjuangan.

Riwayat singkat dan latar keluarga

Mohammad Guruh Irianto Soekarno Putra, lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, adalah anak bungsu pasangan Bung Karno dan Fatmawati. Ia tumbuh dalam lingkungan yang sarat keterlibatan politik dan kebudayaan nasional.

Jejak seni dan gagasan kebudayaan

Guruh dikenal sebagai perupa karya lintas disiplin. Pada 27 Maret 1977 ia mendirikan Swara Maharddhika, sebuah wadah pertunjukan yang menggabungkan musik, tari, koreografi, kostum, dan tata panggung dalam satu konsep artistik berakar Nusantara.

Eksperimennya juga melahirkan proyek fusion, seperti Guruh Gipsy, yang memadukan unsur rock progresif dengan gamelan Bali. Ia menilai tradisi bukan untuk dibekukan, melainkan untuk dikreasikan kembali agar relevan dengan zaman.

"Untukmu Indonesiaku"

Frasa di atas menjadi salah satu karya kontemplatif yang lekat dengan nama Guruh dan menegaskan konsep seni yang mengikatkan cinta kebangsaan dan kebudayaan.

Pendidikan

Perjalanan pendidikan Guruh menunjukkan pola pencarian yang panjang dan berlapis. Berikut riwayat pendidikannya:

  • Pendidikan dasar dan menengah di Perguruan Cikini;
  • SMA Negeri 25 Jakarta (1967–1970);
  • Studi arkeologi di Universiteit van Amsterdam (1971), ditempuh sekitar tiga tahun tanpa tuntas;
  • Gelar Sarjana Administrasi Publik dari STIAMI (2008);
  • Magister Manajemen konsentrasi SDM (2010) dan Magister Sains konsentrasi Administrasi Publik (2012).

Karier politik dan pengabdian publik

Guruh memasuki dunia politik pada 1987 dengan bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan kemudian aktif di PDI Perjuangan. Ia menjabat anggota DPR RI pada periode 1992–1997 dan kembali duduk sebagai wakil rakyat sejak 1999 hingga 2024.

Salah satu kontribusi politiknya yang bergaung adalah penciptaan Mars PDI Perjuangan, yang menunjukkan bagaimana seni menjadi bagian dari aktivitas kepartaian dan pengabdian pada bangsa.

Sebagai bentuk penghormatan, PDI Perjuangan menyampaikan penghormatan khusus dengan mengibarkan bendera partai setengah tiang.

Warisan dan makna kepergian

Perjalanan hidup Guruh memperlihatkan pertemuan yang langka antara kebudayaan dan politik. Ia meninggalkan karya pertunjukan, gagasan kebudayaan, dan rekam jejak politik yang saling melengkapi.

Kepergiannya menutup satu bab penting dalam sejarah seni dan politik Indonesia, namun karya-karya serta pengaruhnya tetap menjadi bagian warisan yang akan terus dikenang oleh masyarakat, seniman, dan aktivis kebudayaan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait