Politik

100 Keluarga Ikut Akad Massal KPR Subsidi di Banyuwangi

Bagikan:
Suasana akad massal KPR subsidi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi

BANYUWANGI — Sebanyak 100 keluarga mengikuti akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi yang digelar Bank Tabungan Negara (BTN) bersama pengembang perumahan pada Sabtu, 26 September 2026, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan dan lokasi lain di Banyuwangi. Kegiatan ini digelar untuk mempercepat akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan mendukung program presiden target pembangunan 3 juta rumah bagi MBR.

Pelaksanaan akad dan pihak yang hadir

Akad massal di Pendopo diikuti oleh 40 keluarga, sementara 60 keluarga lainnya melaksanakan akad serentak di beberapa lokasi lain di Banyuwangi. Acara menghadirkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani; Wakil Kepala Wilayah Kantor BTN Wilayah Jatim Bali Nusra Joyce Ivone Mandagi; perwakilan Real Estate Indonesia (REI) Banyuwangi Suhartatik; dan Ketua Apersi Banyuwangi Fajar Susanto.

Panitia memfasilitasi agar para pembeli rumah dapat bertemu notaris di tempat yang sama, sehingga proses administrasi berjalan lebih cepat dan biaya transaksi lebih efisien.

Manfaat langsung bagi calon pembeli

Bupati Ipuk menyambut positif penyelenggaraan akad massal tersebut. Menurutnya, acara bukan hanya mempercepat proses pembelian, tetapi juga menekan biaya yang harus dikeluarkan calon pemilik rumah.

“Tidak hanya memfasilitasi kemudahan pembelian rumah, kegiatan ini juga memfasilitasi para pembeli bertemu dengan notaris dalam satu tempat. Tentu ini akan mengurangi budget mereka.”

Ipuk juga menyebutkan kebijakan pemkab untuk mempermudah MBR memperoleh hunian, termasuk pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR dan kemudahan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk perumahan subsidi.

Upaya peningkatan kualitas hunian dan rehabilitasi

Selain membangun rumah baru, Pemkab menaruh perhatian pada peningkatan kualitas hunian yang sudah ada. Sejak 2019 hingga 2026, tercatat sebanyak 6.434 unit rumah tidak layak huni (RTLH) telah ditangani melalui program rehabilitasi.

Ipuk berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang terus diperluas agar lebih banyak warga Banyuwangi dapat memiliki rumah layak dengan cicilan terjangkau.

Peran BTN dan pasar rumah subsidi

Wakil Kepala Wilayah BTN Nusra Joyce mengatakan Banyuwangi menjadi wilayah penting bagi penyaluran KPR BTN di kawasan Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Sejak membuka kantor cabang di Banyuwangi pada 2017, BTN tercatat menyalurkan KPR kepada 16.300 keluarga, dan sepanjang 2026 sekitar 700 keluarga menerima kredit KPR dari BTN.

Joyce menyebut angka 700 keluarga tersebut berkontribusi sekitar 60 persen dari total kredit perumahan yang disalurkan perbankan di wilayah setempat, menunjukkan peran besar BTN dalam memperluas akses pembiayaan perumahan.

Perwakilan REI Banyuwangi Suhartatik menilai rumah subsidi masih menjadi pilihan dominan pembeli lokal. Penjualan hunian di Banyuwangi rata-rata mencapai sekitar 2.000 unit per tahun, dan lebih dari 95 persen di antaranya adalah rumah subsidi.

“Kebutuhan perumahan di Banyuwangi sangat besar,”

Penghargaan dan prospek ke depan

Banyuwangi sebelumnya meraih Terbaik I kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali oleh Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan itu menggarisbawahi kinerja daerah dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas hunian bagi MBR.

Ke depan, perluasan skema kolaboratif seperti akad massal dan kemudahan regulasi diharapkan mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat Banyuwangi.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait